Sunday, 14 June 2026


Atasi Stunting dengan Makan Ikan

22 Oct 2018, 14:41 WIBEditor : Gesha

Mari atasi stunting pada anak dengan memberi ikan pada pola makan anak

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Problem stunting di berbagai negara memang tengah menjadi bahasan untuk diatasi. Pemenuhan nutrisi dari pangan yang sehat menjadi kunci dan Indonesia sebenarnya mempunyai produk perikanan yang bisa membantu atasi stunting.

Data dari World Health Organization (WHO), kasus stunting di seluruh dunia sudah mencapai 165 ribu anak dan sebanyak 9 ribu anak tersebut berada di Indonesia. Beberapa data juga menunjukkan problem stunting dikaitkan dengan asupan nutrisi dan keterjangkauan untuk mendapatkan pangan sehat (food affordable).

"Masalah stunting ini memang tidak terasa sekarang, tetapi 30-40 tahun yang akan datang. Bahkan satu generasi bisa hilang karena adanya problem malnutrisi ini," tegas Dosen Ilmu Gizi, Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), Drajat Martianto.

Lebih lanjut Drajat menuturkan bahwa setidaknya ada empat komoditas dari pola pangan konsumsi Indonesia selama ini yang ketersediaannya masih rendah. Mulai dari produk asal hewan (daging, susu, telur), sayuran, buah dan aneka kacang (beans).

"Kalau dilihat food consumption pattern di Indonesia, animal product memang masih menjadi favorit namun pasokannya masih dibawah memadai," tuturnya.

Apalagi, rakyat miskin di Indonesia masih belum banyak yang bisa menjangkau daging dengan harga yang mahal. "

"Ini tantangan besar bagi kita untuk meningkatkan produk perikanan karena kita tidak selamanya bergantung pada animal product lainnya seperti daging, telur dan lainnya. Karena kita masih punya banyak rakyat miskin yang sulit mengakses 1 kg daging dengan harga Rp 100 ribu. Dibandingkan dengan kita beli lele atau mujair 1 kg hanya Rp 25 ribu. Ini sangat terjangkau bagi rakyat miskin," bebernya.

Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Luky Ardiansyah. Menurutnya, akuakultur (perikanan budidaya) bisa mengambil peranan dalam ketahanan pangan khususnya kasus stunting.

"Perbaiki gizi dan nutrisi manusia dengan makan ikan. Karena protein tidak hanya dari daging, telur saja tetapi ikan juga menjadi kontributor protein tersebut," tuturnya.

Lebih lanjut Luky membeberkan kandungan gizi antara daging dengan ikan. Tak hanya ikan laut, ikan air tawar juga sehat untuk dikonsumsi. Ikan memiliki protein yang tinggi dan lemak jenuh yang rendah. Berbeda tentunya dibanding dengan daging kurban seperti kambing, domba, daging sapi, bahkan dengan ayam sekalipun.

Ikan hanya mengandung lemak 1 gram, protein yang tinggi 22 gram, dan energi lebih rendah ketimbang kambing, domba, sapi, dan ayam boiler. Sehingga, makan ikan adalah hewan yang paling sehat dengan kandungan gizi yang baik dibanding hewan lainnya. Kandungan lemak ikan sangat rendah, energinya juga paling rendah namun proteinnya tinggi.

"Jadi, makan 1 kg daging dengan 1 kg ikan sama-sama bagus untuk atasi stunting. tapi harganya jauh lebih murah beli ikan daripada beli daging," tutupnya. (gsh)

 

 

 

Reporter : Gesha
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018