Saturday, 22 February 2020


Perkiraan Petani Surplus Beras Lebih dari 2,8 Juta Ton

24 Oct 2018, 15:45 WIBEditor : Ika Rahayu

Winarno Tohir

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan terbarunya menyebutkan, pada tahun 2018 terjadi surplus beras sebanyak 2,85 juta ton. Surplus beras tersebut merupakan prestasi tersendiri bagi Kementerian Pertanian (Kementan) yang selama kurun waktu empat tahun terakhir telah berupaya mengoptimalkan produktivitas pertanaman padi melalui perbaikan pola tanam dan aplikasi pertanian modern ke petani.

Meski pada tahun ini terjadi surplus beras, namun tokoh petani yang juga Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Winarno Tohir menyatakan, besaran surplus yang hanya 2,85 juta ton sebenarnya terlalu kecil.

Bila memperhatikan upaya-upaya Kementan selama kurun waktu empat tahun terakhir mestinya, menurut Winarno Tohir, angka surplus beras pada tahun 2018 lebih dari 2,85 juta ton. “Kementan sudah melakukan perluasan sawah, optimalisasi lahan rawa, perbaikan pola tanam padi dan mengaplikasi pertanian modern di desa-desa,” kata Winarno, di Jakarta, (23/10).

Ia menekankan, belakangan Kementan tak hanya gencar menyalurkan bantuan alsintan ke patani, tapi juga membangun saluran irigasi dan membuat embung di sejumlah daerah. Perbaikan prasarana dan sarana pertanian ini tentunya akan berdampak positif terhadap peningkatan produksi dan produktivitas padi petani.

“Ada lahan yang semula indeks pertanaman (IP) nya 100 saat ini sudah meningkat menjadi IP 200. Begitu juga lahan yang semula IP-nya hanya 200 sekarang sudah IP 300. Dan itu tak terjadi di satu daerah saja, tapi sudah menyebar hampir di semua lahan pertanian di tanah air,” jelas Winarno.

Winarno juga menjelaskan, kalau dilihat dari pengembangan atau pemanfaatan lahan rawa yang potensinya 40 juta ha, produksi padi petani mestinya lebih tinggi lagi pada tahun ini. Sebab, dari potensi lahan rawa itu, yang sudah ditanami sekitar 10 juta ha.

“Dari 10 juta ha itu sudah diuji coba di Sumatera Selatan 1.000 ha. Kemudian di Kalimantan Selatan seluas 750 ha (dari potensi 4.000 ha). Kalau di musim kemarau padi di Jawa umumnya mengalami kekeringan, tapi di lahan rawa ini malah bisa panen raya,” ujarnya.

Kalau dilihat dari gebrakan yang sudah dilakukan Kementan selama kurun waktu empat tahun terakhir, produksi beras sampai akhir Desember 2018 bisa sebanyak 46,6 juta ton. “Kalau rata-rata konsumsi masyarakat sebanyak 30,6 juta ton/tahun, pada akhir tahun 2018, mestinya masih surplus sebanyak 16 juta ton,” ujarnya.

Menurut perhitungan Winarno, masih ada sebanyak 13,15 juta ton beras yang belum masuk diperhitungan BPS. “Dari jumlah beras yang belum dihitung itu, sebanyak 8,6 juta ton ada di petani dan gudang petani. Mungkin BPS lupa ada data lain yang belum dimasukkan,” kata Winarno. Idt/Ira

Reporter : indarto
Sumber : Indarto
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018