Senin, 18 Februari 2019


Tiada Hari Tanpa Tanam, Sragen Buktikan dengan Luasan Tanam

01 Nov 2018, 10:13 WIBEditor : GESHA

Dengan tanam dan panen setiap hari, produksi pangan di Sragen terpenuhi | Sumber Foto:ISTIMEWA

Luas Tanam bertambah, produksi dipastikan meningkat

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sragen --- Dalam setahun, ternyata Kabupaten Sragen mampu meningkatkan luas tanamnya.

"Luas Tanam Padi periode Oktober 2017 - September 2018 seluas 109.208 hektar atau surplus seluas 6.400 hektar dibandingkan dengan periode yang sama Oktober 2016 - September 2017 seluas 102.808 hektar. Prestasi ini berkat perluasan tanam padi gogo hingga 5.250 hektar," ujar PJ Upsus Jawa Tengah, Suwandi.

Berkat capaian tersebut, Kabupaten Sragen diganjar penghargaan kedua terbaik se- Jawa Tengah dan diterima oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sragen. 

PJ Upsus Jateng yang juga merupakan Dirjen Hortikultura ini menyampaikan bahwa Kabupaten Sragen memiliki 3 kecamatan dengan surplus pertanaman tertinggi yaitu Kecamatan Sumberlawang, Kecamatan Plupuh dan Kecamatan Gondang.

"Diharapkan prestasi capaian ini dapat ditularkan kepada Kecamatan lain sehingga berdampak luas pada peningkatan produksi padi," ujar Suwandi.

Dirinya pun berharap agar pertanaman padi gogo bisa ditambah di Sragen sebab potensinya sangat luas. "Bisa mencapai 29.000 hektar pada lahan kering dan bisa ditanam saat ada hujan," bebernya.

Namun, pertanaman padi gogo membutuhkan terobosan dengan menggunakan benih unggul agar produktivitasnya bisa meningkat. 

"Sragen merupakan lumbung pangan di Provinsi Jawa Tengah, paling tidak peringkat 5 besar se Jawa Tengah, eh Alhamdulillah tambah tanamnya menjadi peringkat kedua," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sragen Eka Rini

Dirinya juga menyampaikan bahwa Sragen hanya memiliki sekitar 9.000 hektar dengan irigasi teknis. Penerapan padi gogo dan tumpangsari dengan tanaman lain merupakan terobosan yang selaras dengan apa yang disampaikan Dirjen Hortikuktura.

Untuk diketahui, Kabupaten Sragen memiliki potensi lahan sawah 39.833 hektar dan lahan tegal 29.019 hektar.

Strategi Lain

Suwandi juga menjabarkan strategi peningkatan produksi padi dengan melakukan mekanisme tabela (tanam benih langsung), melakukan tumpangsari dengan tanaman palawija, mempercepat tanam dengan sistem methuk, serta keempat pemanfaatan pematang sawah untuk ditanam dengan tanaman lainnya.

Dirinya ingin memastikan tiap daerah mampu tanam padi guna pemenuhan produktivitas yang kontinu. Hal ini tentunya dengan memperhatikan kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam.

"Prinsipnya tiada hari tanpa olah tanah, tanam dan panen. Semua dilakukan secara terus menerus dengan memperhatikan kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam. Pola ini diyakini mampu meningkatkan produksi sekaligus berbagai komoditas dan pendapatan petani," ucapnya.

Selanjutnya Suwandi mengatakan produktivitas dapat ditingkatkan dengan menggunakan benih unggul bersertifikat, menggunakan pupuk organik dan pupuk hayati ramah lingkungan. Penggunaan kedua jenis pupuk dapat menjaga kesuburan lahan.

"Ciri-ciri lahan menjadi subur diantaranya kandungan C-organik meningkat, tumbuh berkembang belut, cacing dan mikro-organisme lainnya," ujarnya.

Hal terpenting lainnya dalam optimalisasi pemanfaatan alsintan yaitu dengan mengoptimalkan brigade alsintan yang sudah dibentuk di Dinas Pertanian maupun yang sudah dimiliki oleh Kodim 0725/Sragen.

Penggunaan pompa listrik mampu menekan biaya operasional menjadi Rp 600 ribu dan bisa menghemat 80 persen bila menggunakan solar-cel energi surya. Umumnya masyarakat petani menggunakan bahan bakar untuk mesin pompa. Diharapkan pemakaian pompa listrik ini dapat dimulai minimal satu kecamatan memiliki satu demplot.

Guna mensukseskan Upsus Pajale, perlu dilakukan Program Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), pengunaan benih unggul, pola tanam jarwo super dan sekolah lapang bagi petani.

 

Hal penting lainnya peningkatan ketersediaan air dengan pembuatan sumur dangkal, embung, serta pompanisasi. Jadwal tanam perlu dirumuskan dengan tepat berikut mekanisasi. Kementerian Pertanian juga perlu intens dalam pendampingan dan pengawalan penyuluh serta pengendalian hama terpadu

Reporter : Kontributor
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018