Kamis, 15 November 2018


Stok Terpenuhi, Harga Beras Terkendali

08 Nov 2018, 17:22 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman bersama Dirut Bulog Budi Waseso melakukan kunjungan langsung ke pasar, Kamis (8/11) | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

Hingga jelang akhir tahun, harga beras masih stabil

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Stok beras sampai saat ini masih cukup untuk memenuhi pasokan beras di sejumlah pasar di Jakarta. Bahkan, stok beras yang ada di Bulog dan Pasar Induk Beras dan Palawija Cipinang (PIBC)  lebih dari cukup, sehingga tak ada alasan pedagang untuk menaikkan harga beras menjelang akhir tahun ini.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan ketersediaan beras di pasar mencukupi dan harganya juga masih terkendali. "Harga beras ada yang Rp 8.500/kg. Stok di Bulog cukup banyak, suplai juga cukup  dan sebulan lagi panen raya. Mestinya tak ada pergerakan kenaikan harga beras," kata Amran saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di PIBC, Jakarta Timur (8/11).

Amran juga menjelaskan, setelah sidak bersama Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Satgas Pangan Polri, Dirut PT. Food Station Tjipinang Jaya, perwakilan Bank Indonesia dan Pemprov. DKI Jakarta, menengarai ada anomali di pasar. "Hal inilah yang akan kami serahkan pada Satgas Pangan untuk mengontrol di lapangan supaya tak ada pedagang yang mengubah beras medium menjadi premium. Sehingga harga beras menjadi naik," kata Amran.

Menurut Amran, stok beras di Bulog sampai saat ini sebanyak 2,7 juta ton. Sedangkan stok di PIBC saat ini sebanyak 50 ribu ton. Artinya,  stok beras yang ada lebih dari cukup. Bahkan, suplai beras ke sejumlah pasar di Jakarta berjalan cukup aman. "Kami mengecek pangan di lapangan mulai jam 5 subuh tadi. Alhamdulillah semua posisi stabil. Sehingga tak  ada alasan (harga naik). Harga kebutuhan pangan stabil. Harga ayam  Rp 27 ribu/kg, telur Rp 22 ribu/kg, " kata Amran.

Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi  mengatakan hal senada. Menurut Arief, stok beras di PIBC sangat cukup. Tercatat stok beras di PIBC saat ini  50 ribu ton. Meski begitu Arief mengakui saat ini ada  pergerakan harga untuk beras jenis medium.  Namun, kenaikan itu sudah diantisipasi dengan meminta Perum Bulog melakukan Operasi Pasar (OP).

"Ketersediaan beras medium menurun karena ada kecenderungan di naikkan kualitasnya menjadi beras premium. Sehingga pedagang mendapat margin lebih tinggi. Ini adalah mekanisme ekuilibrium baru atau fenomena yang terjadi. Sehingga, naiknya harga beras  bukan karena produksinya menurun," kata Arief.

Arief juga menjelaskan, produksi beras dari petani  sebenarnya cukup."Bahkan,  kalau di Jakarta masih cukup dan pasokannya masih normal," ujarnya. Hingga kini, ketersediaan beras premium di PIBC  lebih dari 80%. Sedangkan beras medium di bawah 15 persen.

Bulog Siap OP
Guna menstabilkan gejolak kenaikan harga beras di pasar, Perum Bulog kapan saja siap melakukan OP. Dengan stok beras  yang ada di Bulog sebanyam 2,7 juta ton, pihaknya siap melakukan OP sebanyak 15 ribu ton/hari.

"OP kami lakukan sampai ke daerah-daerah sehingga tepat sasaran. Jangan sampai OP ini malah dimanfaatkan oknum tertentu untuk mencari keuntungan," kata Dirut Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas) yang ikut mendampingi Menteri Amran.

Buwas juga mengatakan, Bulog siap memenuhi permintaan PIBC  menambah stok beras medium untuk mengendalikan harga. "Stok kita sangat banyak, dan kita operasi pasar setiap hari. Saya berharap malah tiap hari bisa diserap 15ribu ton, untuk stabilisasi harga," ujarnya.

Reporter : Indarto

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018