Kamis, 15 November 2018


Satgas Pangan Kerja Keras Awasi Kecurangan Spekulan Beras

08 Nov 2018, 17:45 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian dan Dirut Bulog, Budi Waseso melakukan sidak di PIBC | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

Jangan Main curang dengan beras !

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), hingga sekarang terjadi pergerakan harga untuk beras jenis medium. Bahkan Satgas Pangan sempat mencium adanya kecurangan spekulan beras yang mengubah beras medium menjadi beras premium. Karenanya, Tim Satgas Pangan akan bekerja keras untuk mengawasi adanya kecurangan tersebut.

Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi  menuturkan ketersediaan beras medium menurun karena ada kecenderungan di up menjadi beras premium.  "Artinya kalau panennya segitu kemudian mereka prefer ke premium, karena margin nya lebih tinggi. Ini adalah mekanisme ekuilibrium baru, ini fenomena yang terjadi. Jadi bukan masalah produksi", sambung Arief.

Selama ini yang disebut sebagai beras Premium itu dengan spesifikasi 5 persen broken. Sedangkan di pasar sekarang banyak yang beredar disebut premium itu 15 persen broken. Saat ini ketersediaan beras premium di PIBC mencapai lebih dari 80 persen, sedangkan beras medium di bawah 15 persen.

Ketua Satgas Pangan Pusat Irjen Setyo Wasisto menyebutkan bahwa ada yang merubah spesifikasi (beras) dari medium menjadi premium.  "Ini menjadi tugas saya sebagai satgas pangan untuk melakukan pengawasan. Kita akan lakukan cek di lapangan dan melakukan uji laboratorium juga atas kualitas beras yang ada di lapangan", ujarnya.

Langkah tersebut dirasa penting dilakukan agar apa masyarakat membeli beras sesuai dengan kriterianya, baik medium maupun premium. "Agar tidak ada konsumen yang dirugikan," tukasnya.

Sementara itu, Direktur Bulog Budi Waseso (Buwas) mengaku akan membanjiri pasar dengan beras medium dari Bulog. "Stok kita sangat banyak, dan kita operasi pasar setiap hari. Saya berharap malah tiap hari bisa diserap 15ribu ton, untuk stabilisasi harga. Ternyata memang serapannya kecil," bebernya.

Buwas berpesan agar masyarakat tidak perlu khawatir adanya isu beras kurang sehingga harga merangkak naik. "Tenang saja, Januari-Februari nanti akan ada panen raya. Apalagi,  program perubahan ola tanam Kementan membuat musim panen menjadi lebih cepat. Sehingga lebih menjamin ketersediaan beras," tegasnya.

 

Reporter : Kontributor

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018