
Kepala Balitbang Kementerian Pertanian, Prof. Andi Muhammad Syakir melanjutkan Safari Panen Jagung di Sulawesi Selatan.
TABLOIDSINARTAN.COM, Pinrang --- Kepala Balitbang Kementerian Pertanian, Prof. Andi Muhammad Syakir melanjutkan Safari Panen Jagung di Sulawesi Selatan. Di akhir pekan, safari ini menyasar Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang dan Kecamatan Pammana di Kabupaten Wajo.
Hasil panen raya di kedua kabupaten sentra jagung di Sulawesi Selatan sangatlah menggembirakan. Contohnya di Kabupaten Pinrang, produktivitas rata-ratanya tercatat mencapai 7 – 8 ton per hektare. Dengan luas tanam 12 ribu hektare, diperkirakan akan diperoleh hasil panen sebanyak 84.000 – 96.000 ton jagung pipilan kering (JPK).
“Kami mengapresiasi kerja keras petani Pinrang sehingga produktivitasnya bisa setinggi ini. Kami bersyukur bantuan sarana produksi, alsintan (alat dan mesin pertanian) serta perbaikan pengairan dapat turut mendorong produktivitas dan meningkatkan minat bertani,” ungkap Syakir.
Untuk diketahui, Kab. Pinrang merupakan daerah pengembangan baru untuk jagung karena selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi Sulsel. Pengembangan ini memungkinkan karena jagung mampunyai daya adaptasi luas sehingga dapat dikembangkan pada lahan sawah bero di musim kemarau dengan bantuan pompa sumur dangkal.
“Potensi pengembangan areal tanam baru masih cukup luas dengan pembahan sumur dangkal. Pemerintah pusat dan daerah senantiasa mendorong pengembangan jagung di Kabupan Pinrang dan kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan untuk meningkatkan pendapatan petani,” tutur Syakir
Petani di wilayah Pinrang, disebut Syakir sangat tertarik untuk bertani jagung. Harga jagung pipilan kering tingkat petani semakin baik. Pada saat ini harga di tingkat petani mencapai Rp. 4.700/kg. Kondisi ini menyebabkan petani di Pinrang sangat termotivasi menanam jagung untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Selain di Pinrang, Kab. Wajo juga menjadi daerah yang mengalami panen raya. Dengan luasan seluas 45.875 hektare dan produktivitas 5 – 6 ton per hektare, panen kali ini berpotensi mencapai 220 – 275 ribu ton.
Pemerintah saat ini terus menggenjot produktivitas jagung, terutama untuk memenuhi kebutuhan pakan nasional. Dalam empat tahun terakhir melalui program terobosan yang dilakukan oleh pemerintah meningkatkan produksi jagung secara signifikan.
Hal ini terlihat dalam kurun waktu 2014-2017 produksi jagung terus meningkat. Pada tahun 2014 produksi jagung di Indonesia sebesar 19,0 juta ton dan tahun 2015 meningkat menjadi 19,6 juta ton. Pada tahun 2016 produksi jagung kembali meningkat menjadi 23,6 juta ton, demikian juga tahun 2017 mencapai 28,9 juta ton. Pada tahun 2018 ini diperkirakan potensi produksi jagung mencapai 30 juta ton.