Senin, 22 April 2019


Tak Kenal Libur, Petani Panen Padi di Hamparan 1.500 Ha

26 Des 2018, 19:27 WIBEditor : Ahmad Soim

Dirjen Tanaman Pangan Gatot Irianto panen padi di Mandailing Natal Sumut | Sumber Foto:dok tabloidsinartani.com

Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution, mengatakan luas hamparan yang siap dipanen di Desa Sihepeng lebih kurang 1.500 ha.



TABLOIDSINARTANI.COM, Sumatera Utara - Tak ada istilah libur dalam kamus petani.Tidak kurang dari 700 orang masyarakat dan petani sejumlah Desa Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara berkumpul  antusias menghadiri acara panen padi bersama (22/12).

Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution, mengatakan luas hamparan yang siap dipanen di Desa Sihepeng lebih kurang 1.500 ha.

Seraya mengharapkan dukungan dari Gubernur Sumatera Utara untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada terkait dengan pembangunan pertanian di Kabupaten Mandailing Natal, Bupati Dahlan mengungkapkan manfaat bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang dirasakan petani.

"Mewakili petani khususnya desa Sihepeng, Saya sampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Bapak Dirjen Tanaman Pangan Kementan atas bantuan yang sudah diberikan kepada masyarakat Mandailing Natal", ujar Dahlan.

Dorong Produktivitas

Untuk mendorong produktivitas pertanian padi di Mandailing Natal, Dirjen TP Sumarjo Gatot Irianto meminta bantuan kepada Komandan Kodim (Dandim) 0212 TS untuk segera menurunkan traktor roda 4.

Gatot berharap lahan yang sudah dipanen, dapat segera diolah kembali.

 

BACA JUGA:

> Selama 4 Tahun 385.170 Unit Alsintan Digelontorkan ke Petani

> Menteri Amran Pertanian Alami Transformasi Besar Dalam 4 Tahun

> Inilah hasil program terobosan Kementerian Pertanian dalam 4 Tahun Terakhir

 



"Ada lahan persawahan yang sudah panen sebulan lebih tapi masih belum diolah kembali. Saya minta DanDim 0212 TS untuk segera menurunkan traktor roda 4 dan segera diolah, sehingga awal januari diharapkan sudah bisa ditanam kembali", kata Gatot.

Gatot menambahkan tahun 2019 alokasi anggaran untuk alat tanam akan ditiadakan karena sistem tanam yang digunakan adalah tanam benih langsung (Tabela). Namun begitu Kementan tetap menyalurkan bantuan dalam bentuk lain.

"Tahun 2019 Akan terus Kami berikan bantuan baik berupa benih, alsintan dan alat pengering padi demi kemajuan pertanian Kabupaten Mandailing Natal", tambah Gatot.

Sementara itu menjawab permohonan Bupati, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyampaikan kepada Bupati Dahlan agar berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dalam menyelesaikan permasalahan yang sudah disampaikan.

"Bapak Bupati silakan berkoordinasi dengan Dinas. Pada pokoknya Pemprov. siap mendukung dalam meningkatkan produksi dan produktivitas padi di Mandailing Natal", pungkas Gubernur Edy.

Panen padi bersama Gubernur Sumatera Utara dan Dirjend (TP) Kementan, merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Gubernur ke Kabupaten Madailing Natal.

Setelah berdialog, acara dilanjutkan dengan penyerahan benih padi, pupuk, alsintan, benih jeruk, dan ternak sapi dan kambing. Dan diakhiri dengan panen menggunakan Combine Harvester.

Panen padi bersama dihadiri Bupati Mandailing Natal, Direktur Akabi Ditjen TP, Kadis Pertanian Prov. Sumut, DanDim 0212 TS, OPD Kabupaten Mandailing Natal, Danramil Siabu, Kapolsek Siabu, tokoh masyarakat dan petani di Desa Sihepeng dan Desa sekitarnya.

Reporter : KaBe
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018