Senin, 18 Februari 2019


Menteri Amran : Stok Beras Cukup Sampai 8 Bulan !

16 Jan 2019, 15:07 WIBEditor : Gesha

Stok dan Harga beras di pedagang besar hingga eceran dipastikan aman terkendali | Sumber Foto:ISTIMEWA

Sederet fakta stok dan harga beras dipaparkan oleh Menteri Pertanian

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Probolinggo --- Beberapa pihak sempat meremehkan jika stok beras di 2019 hanya cukup sampai akhir Januari ini.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun memampik keras pernyataan tersebut dengan sederet data yang ada. 

Untuk diketahui, standar cadangan stok beras Indonesia minimal 1 juta ton. Sedangkan cadangan sekarang ada 2,2 juta ton di Gudang Bulog.

Belum lagi survei yang dilakukan BPS menyebutkan pada bulan Maret, Juni dan September stok beras tersebar sebanyak 8-9 juta ton di rumah tangga konsumsi.

"Ada 67 juta rumah tangga di seluruh Indonesia yang pastinya memiliki beras. Belum lagi hotel, restoran dan katering (horeka)," bebernya saat saat panen jagung di Desa Randumerak, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Rabu (16/1).

Karena itu, jika dihitung dengan stok di Bulog maka didapatkan total 10 juta ton. "Sedangkan konsumsi per bulan hanya 2,5 juta ton. Maka stok 10 juta ton tersebut cukup untuk 4 bulan," bebernya.

Stok beras tersebut juga masih tersedia dari standing crop (daerah yang belum panen dan dipastikan panen dalam waktu dekat).

Total standing crop ada 3,88 juta hektar dengan produktivitas 5,29 ton sehingga menghasilkan 20 juta ton lebih Gabah Kering Giling.

"Atau setara dengan 10 juta ton beras. Sehingga menambah stok mencapai 4 bulan mendatang lagi," bebernya.

Berarti ada stok untuk 8 bulan mendatang dengan perhitungan tersebut.

"Ingat, kita sudah ada transformasi dari pertanian tradisional ke pertanian modern. Artinya, setiap hari bisa tanam, bisa olah, bisa panen," tegasnya.

Sehingga, dengan jumlah penduduk yang mencapai dua kali lipat dari tahun 1984 yang hanya 100 juta jiwa pertanian Indonesia bisa memberikan makan seluruh masyarakatnya.

Harga Beras

Menteri Amran juga membeberkan fakta harga beras Indonesia yang justru berada di posisi ke 81 dari negara-negara dengan harga beras termahal di seluruh dunia.

"Kita paling murah ke 81 dari 100 negara! Rp 12.734 per kilogramnya. Paling mahal justru Jepang yang mencapai Rp 57 ribu per kilogramnya," tukas Amran.

Mengenai produksi, tidak perlu diragukan lagi karena produksi beras Indonesia mencapai peringkat ke 3 di dunia setelah China dan India dengan jumlah 81,4 juta ton.

Di Pasar Beras Induk Cipinang (PIBC) harga beras medium saat ini menurun. Pedagang menjual beras medium dengan kisaran harga Rp 8.500 hingga Rp 9.500.

Harga itu sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) beras medium yaitu Rp 9.450.

Beberapa waktu silam, Presiden Joko Widodo sempar mengunjungi PIBC dan berharap penurunan harga beras ini akan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan karena Bulog masih akan terus melangsungkan operasi pasar.

Selain itu, jadwal panen raya semakin mendekat. Diperkirakan bulan Februari-Maret, sudah mulai masuk muism panen raya. Ini juga akan mempengaruhi supply (pasokan) daripada produksi di lapangan.

Dihubungi terpisah, Direktur Pengadaan Bulog, Bactiar menyebutkan pihaknya juga masih memiliki cadangan dari akhir 2018 sebanyak 2 juta ton dari yang biasanya hanya 800 ribu ton.

"Optimis lah harga bisa diguyur agar tidak melonjak. Bentar lagi juga bakal panen. Makin turun," tuturnya.

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018