Senin, 18 Februari 2019


BULOG Percepat Serap Hasil Panen Petani

12 Peb 2019, 14:27 WIBEditor : Yulianto

Beras Bulog yang berada di penggilingan | Sumber Foto:Yulianto

Bulog siap mendukung ketahanan pangan dan lumbung beras yang diandalkan di Indonesia

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Makassar---Perum BULOG berkomitmen percepatan penyerapan gabah/beras saat musim panen tahun ini.  Bahkan perusahaan pelat merah tersebut telah meneken nota kesepahaman dengan TNI dan Badan Ketahanan Pangan untuk penyerapan gabah/beras.

Untuk maksud tersebut, Perum BULOG Divisi Regional Sulawesi Selatan dan Barat bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulwesi Selatan, TNI, Dinas Pertanian, dan pihak terkait lainnya dengan menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Serap Gabah/Beras Petani (SERGAP) Tahun 2019 di Makassar, pekan lalu.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Pengadaan Perum Bulog Mayjen TNI (Purn) Bachtiar, Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Dr.Ir.H.M. Nurdin Abdullah,M.Agr, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, Kepala Perum BULOG Divre Sulselbar Mansur Siri, serta Dandim di Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Mayjen TNI (Purn) Bachtiar menegaskan, Bulog siap  mendukung ketahanan pangan dan lumbung beras yang diandalkan di Indonesia. Salah satunya di wilayah Sulawesi Selatan. Kapasitas gudang BULOG Divre Sulselbar sebesar 377.600 ton yang tersebar dari Mamuju sampai Pulau Selayar.

Dikatakan, saat panen raya Bulog menargetkan bisa menyerap sebanyak 2 juta ton di seluruh Indonesia. Sesuai Peraturan Gubernur (Pergub), minimal sepuluh persen 10 persen dari total produksi padi di wilayah Sulsel diserap Perum Bulog. Sedangkan target pengadaan Bulog Divre Sulselbar untuk triwulan pertama 2019 sebanyak 224.423 ton.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengharapkan serapan Bulog terhadap produksi beras petani bisa naik hingga di atas 15 persen. Karena menurutnya Sulsel menyuplai kebutuhan beras 27 provinsi di Indonesia. Bahkan Sulsel memiliki potensi di beberapa daerah, diantaranya Luwu Raya.

Untuk itu, Nurdin akan terus mendukung dan mendorong serapan Bulog lebih besar, bukan hanya 10 persen. “Kami akan mengeluarkan Peraturan Gubernur agar 15 persen dari hasil panen di wilayah Sulsel dapat diserap Bulog,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, mengapresiasi forum Rakor SERGAP sebagai wadah evaluasi sekaligus upaya khusus percepatan penyerapan gabah Tahun 2019. Semoga forum ini dapat mencapai kesepakatan untuk mencapai target untuk wilayah Sulsel, Sulbar dan Sultra,” harapnya.

Pada forum itu juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemprov Sulsel dan Perum Bulog Divre Sulsebar tentang kedaulatan pangan, penguatan stok pangan, serta penyediaan data dan informasi terkait wilayah panen.

Untuk menjaga stabilisasi harga beras medium di wilayah Sulselbar, BULOG Divre Sulselbar terus melakukan kegiatan ketersediaan pangan dan stabilisasi harga dengan realisasi mencapai 7.505 ton beras medium. Penjualan dilakukan melalui pengecer di pasar tradisional, retail modern, jaringan Sahabat Rumah Pangan Kita (RPK), sinergi BUMN serta melalui Distributor.

Namun keberhasilan menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras medium di setiap daerah akan tercipta bila dilakukan secara bersama dengan dukungan seluruh pihak, terutama dari Pemerintah Daerah, Dinas terkait, Aparat terkait dan para pelaku pasar.

 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018