Selasa, 26 Maret 2019


Harga Turun, Jagung Gresik Butuh Skema Seperti Sergap Padi

22 Peb 2019, 06:20 WIBEditor : Gesha

Petani Gresik mengharapkan adanya serapan jagung saat harga turun seperti pada Sergap | Sumber Foto:TIARA

Semoga ada serap jagung di Gresik supaya saat harga jagung turun tetap bisa diserap dengan harga Rp 3.500/kg dengan kadar air 14%

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Gresik --- Jika harga turun, Tim Serap Gabah Petani (Sergap) untuk padi langsung turun tangan membeli dengan harga wajar. Pola inilah yang diharapkan petani Gresik juga bisa diterapkan pada komoditas jagung.

Pengepul, masih menjadi andalan para petani jagung di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim).

Saat harga tinggi, petani jagung bersuka cita. Namun bagaimana saat harga turun? Tidak ada yang membeli. 

Petani jagung di Desa Wotan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik sendiri menyampaikan langsung kegelisahannya langsung kepada Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro dan Kepala Sub Direktorat Jagung, Andi Saleh.

"Baru sekejap saya merasakan hasil panen dibeli pengepul dengan harga mencapai Rp 5 ribu/kg, namun hari ini turun menjadi Rp 3.600/kg," tukasnya.

Kadistan Eko juga menyampaikan Distan pernah mengadakan kerjasama dengan perusahaan pabrik pakan ternak.

Awalnya berjalan lancar, namun kemudian menurut perusahaan tersebut ada kendala terkait kualitas jagung yang menurun akhirnya jagung dikembalikan.

“Mohon ada skema dari Kementan untuk menjembatani kemitraan petani dengan perusahaan pabrik pakan yang saling menguntungkan,” pintanya.

Eko juga berharap diadakannya serap hasil panen jagung petani di kabupaten yang ia pimpin tersebut.

“Semoga ada serap jagung di Gresik supaya saat harga jagung turun tetap bisa diserap dengan harga Rp 3.500/kg dengan kadar air 14%. Karena petani disini bingung saat harga jagung merosot,” ungkapnya.

Reporter : Tiara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018