Kamis, 21 Maret 2019


Ayo Petani Bangkalan, Optimalkan Lahan Jagung !

06 Mar 2019, 18:16 WIBEditor : Gesha

Petani Bangkalan diharapkan mampu optimalkan pertanaman jagung dengan maksimal | Sumber Foto:TIARA

potensi ladang di Bangkalan seluas 60 ribu ha sampai saat ini baru termanfaatkan untuk hibrida seluas 10 ribu ha.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bangkalan --- Kabupaten Bangkalan mempunyai potensi yang sangat besar dalam memberikan kontribusi pangan di Madura, salah satunya jagung.

Kabupaten ini mempunyai luas baku lahan sawah sebesar 29.180 ha dan luasan tegalan sebesar 62.618 ha yang sangat berpotensi ditanami komoditas jagung.

Tercatat, total produksi jagung di Kabupaten Bangkalan pada 2018 sebesar 132.874 ton pipilan kering (PK) dengan luas panen 60.097 ha.

Namun produktivitas masih rendah 2,3 ton/ha karena banyak menggunakan varietas lokal.

Tak hanya itu, potensi ladang di Bangkalan seluas 60 ribu ha sampai saat ini baru termanfaatkan untuk hibrida seluas 10 ribu ha.

Karenanya, Dirjen Tanaman Pangan, Sumardjo Gatot Irianto  menekankan agar bisa menambah luas tanam jagung hibrida minimal 25 ribu ha.

“Pembeli sudah ada, harga sudah pasti dan masih ada hujan. Jadi ini harus dilakukan percepatan tanam, apalagi potensinya masih sangat luas,” tukasnya saat melakukan panen raya jagung di Desa Suwa’an Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan, Selasa (5/3).

Untuk benih, Gatot menyarankan supaya dipilih sesuai kondisi setempat, terutama pilih benih yang terbukti tahan di lahan kering dan memberikan hasil optimal.

Pemerintah daerah baik Dandim, Babinsa dan Dinas diharapkan dapat mengerahkan petani untuk segera tanam jagung.

“Kalau sudah banyak tanam jagung, kita perkuat pascapanennya jadi kita mampu memenuhi kebutuhan  industri pakan secara kontinu,” tuturnya.

Karenanya, petani akan diberikan bantuan pengering dan perontok jagung agar hasil jagung nanti semakin efisien. Dan petani langsung segera mengolah tanah untuk bertanam kembali setelah panen.

Panen

Khusus Kecamatan Modung terutama di Desa Suwa’an, penanaman komoditas jagung varietas Bisi Dua mencapai luasan sebesar 228 ha.

Dengan perkiraan produksi yang akan dihasilkan adalah 7 ton pipilan/ha. Jadi, panen Maret 2019 untuk Desa Suwa’an produksi total yang akan diperoleh sebesar 1.596 ton PK.

Menurut Bupati Bangkalan, Abdul Latif Ali Imron kabupaten yang ia pimpin mempunyai varietas jagung lokal kretek tambin yang sangat layak dikembangkan menjadi komoditas unggul lokal di Madura.

Namun demikian, varietas jagung hibrida juga sudah mulai diminati oleh kelompok tani di Kabupaten Bangkalan karena produksinya yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan produksi jagung lokal.

“Saat ini, varietas yang dimanfaatkan adalah 70% jagung lokal, sementara jagung hibrida pemanfaatannya masih sebesar 30%. Jadi, masih ada peluang untuk memaksimal jagung hibrida di Kabupaten Bangkalan,” ungkap Latif pada saat menemani Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Sumarjo Gatot Irianto.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan sangat mengharapkan  dukungan Kementan maupun pemerintah provinsi untuk megalokasikan sarana prasarana pertanian, peningkatan sumber daya pertanian, alat dan mesin pertanian, benih dan pupuk, serta pestisida.

Agar komoditas pertanian yang hampir 80% diusahakan masyarakat di Kabupaten Bangkalan sebagai usaha pokok dapat mendatangkan penghasilan utama bagi masyarakat.

Mengenai harga, Dirjen Tanaman Pangan pada kesempatan tersebut meminta Bisi menyerap jagung petani setelah panen tersebut.

Disepakati akan dibeli jagung dengan harga Rp 2.900/kg untuk pipil kering panen dan harga Rp 3.800/kg untuk kadar air 17%.

Reporter : Tiara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018