Kamis, 21 Maret 2019


Pertanian Madura Kian Kuat Bersama Petani

10 Mar 2019, 09:59 WIBEditor : Gesha

Hamparan sawah di Pulau Madura menunjukkan pertanian kian menguat di Pulau Garam | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Madura --- Pertanian di Madura terus menguat dalam kurun 5 (lima) tahun belakangan. Fokus pemerintah menghubungkan pulau ini dengan jembatan Suramadu berhasil membawa Madura sebagai salah satu wilayah pangan nasional, mulai dari jagung pakan, komoditas hortikultura hingga beras.

Tak tanggung - tanggung, Kementerian Pertanian menggelontorkan APBN 2019 sebesar Rp 42 miliar ke Kabupaten Pamekasan untuk percepatan program pertanian. Bantuan tersebut meliputi pengembangan kawasan jagung, padi dan hortikultura. Termasuk bantuan alat mesin pertanian, unggas dan pemberdaayan petani.

Bupati Pamekasan, Badrutamam mengapresiasi perhatian pemerintah pusat kepada daerah wilayahnya, "Kita juga akan menerima mini excavator untuk bangun embung dan yang terpenting dryer UV untuk pengeringan jagung, padi, bawang merah. Kita bekerja sama dengan petani. Saya akan bangun pabrik pakan ternak di Pamekasan."

Bupati muda yang selalu berpikir out of the box ini memiliki mimpi untuk membuat kawasan ekonomi terpadu. "Pertanian, kelautan dan peternakan punya share 36% terhadap PAD. Saya akan fokus ke bidang tersebut sesuai janji saya. Kita sekarang sudah ada pasar lelang. Ke depan saya berencana buat cafe sawah di tiap desa," bebernya.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Moh. Ismail Wahab menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras bupati dan jajarannya, "Merubah mindset petani sini untuk beralih kebiasaan tanam jagung lokal ke hibrida itu sudah luar biasa. Di sini malah tinggal 10 - 20 persen saja yang masih lokal. Hebat bupatinya," puji Ismail.

Komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai rawit terus bertambah luas terutama di Kabupaten Pamekasan dan Sumenep. Bahkan pertanaman off season bawang merah selama musim hujan diakui sebagai penyelamat pasokan nasional.

Ismail juga memuji kekayaan alam Madura yang mendukung pertanian, "Madura ini sinar mataharinya panjang, sehingga bentuk, warna dan rasa lebih maksimal. Contoh, warna bawang jadi lebih merah, rasa mangga lebih manis, beda dan khas," tuturnya.

Dirinya beserta jajaran Kementerian Pertanian mendukung penuh rencana Bupati untuk membangun pabrik pakan. Sebagian besar akan diupayakan untuk diselesaikan termasuk kebutuhan alat mesin pertanian.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah fokus menyelesaikan 3 masalah utama pertanian Madura yaitu air, produktivitas dan SDM dengan total anggaran pertanian mencapai Rp 135 miliar.

Sekjen Kementan, Syukur Irwantoro mengungkapkan rencana percepatan program pertanian dengan tagline Madura Bersatu, Maju Bersama, "Sebagian besar bantuan akan dipercepat sebelum musim hujan berakhir,"jelasnya.

Senada dengan Syukur, Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi turut menyampaikan dukungannya. "Kami sudah mengalokasikan bantuan benih bawang merah, alpukat, jeruk ke Pamekasan, kawasan ke Sumenep dan Sarana Pascapanen ke Sumenep dan Sampang,"ucapnya.

Reporter : Mutiara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018