Sabtu, 25 Mei 2019


Menengok Hamparan Perbukitan Jagung di Saneo, Dompu

11 Mar 2019, 23:13 WIBEditor : Gesha

Hamparan jagung di perbukitan Desa Saneo Dompu | Sumber Foto:HUMAS TANAMAN PANGAN

"Kami sangat antusias dengan jagung ini, saya minta lahan-lahan di Dompu yang masih kosong dapat segera ditanam jagung lagi," pungkas Yasin.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Dompu --- Meski berada di perbukitan, Desa Saneo Kecamatan Woja Kabupaten Dompu ternyata memiliki hamparan pertanaman jagung yang ciamik !. Kurang lebih 3 ribu hektar, jagung sudah dipanen dan menambah produksi nasional.

Pengembangan komoditas jagung dan tebu dalam bentuk kawasan tersebut ternyata baru ada pada kepemimpinan Bupati Dompu, Bambang M Yasin. Terobosan tersebut mampu berdampak signifikan meningkatkan pendapatan petani dan meingkatkan daya beli masyarakat petani.

"Di kabupaten Dompu potensi tanam tahun 2018 seluas 125 ribu ha, dan 112.251 ha diantaranya merupakan bantuan program Kementan. Arel panen pada Maret-April 2019 diperkirakan seluas 78.692 ha dan produksi 980 ribu ton. Untuk di Kecamatan Wajo sendiri potensi tanam seluas 17.600 ha dengan realisasi sampai Februari 2019 seluas 9.500 ha. Ini yang harus kita dorong untuk percepatan tanam selanjutnya," beber Bambang M. Yasin.

Bupati Dompu menambahkan tahun 2019 ini sudah tertanam 84 ribu ha dari target 150 ribu ha tahun ini. "Kami sangat antusias dengan jagung ini, saya minta lahan-lahan di Dompu yang masih kosong dapat segera ditanam jagung lagi," pungkas Yasin.

Dirjen Tanaman Pangan, Gatot Irianto terlihat hadir ditemani Bupati Dompu untuk melakukan panen raya jagung seluas 3 hektar di kawasan perbukitan tersebut. Gatot mengungkapkan panen merupakan sarana mempromosikan keberhasilan pertanaman selama ini.

"Kami sepakat dengan Bupati dan Sekda untuk menggerakkan jagung agar memiliki nilai tmbah. Kita dihadapkan pada bagaimana menjual produk primer yang rentan resiko dan nilai tambah terbatas. Salah satunya dengan pabrik pakan ternak mini. Keuntungannya kita mampu menyediakan pakan ternak sendiri dan membuka lapangan kerja baru. Tentunya dengan adanya strategi ini dapat meminimalisir anjloknya harga saat panen raya," paparnya.

Kementan juga telah berkomitmen memberikan bantuan untuk program jagung di Kabupaten Dompu baik penyediaan sarana produksi berupa benih maupun alat pascapanen seperti corn combine dan corn sheller. Dengan adanya alsintan ini kegiatan bisa lebih efisien dan bernilai tambah.

Tak hanya melakukan panen, Gatot juga meninjau Bendungan Mila di Desa Rababaka dan Matua, Kecamatan Woja. Dam yang diresmikan 2018 lalu bermanfaat untuk irigasi seluas 1.689 ha. Dengan adanya dam ini Indeks Pertanaman yang semula 186% menjadi bisa 300%. Selain manfaat utama irigasi dam ini juga sebagai penyediaan air baku, reduksi banjir, pariwisata, perikanan darat dan konservasi.

Reporter : Tiara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018