Senin, 22 Juli 2019


Serang pun Bergeliat Jadi Sentra Jagung

20 Mar 2019, 12:35 WIBEditor : Yul

Panen jagung perdana di Kabupaten Serang

TABLOIDSINARTANI.COM, SERANG -- Meskipun sempat dibayang-bayangi cuaca kering di awal tahun, akhirnya Kabupaten Serang dapat melaksanakan kegiatan panen raya jagung perdananya. Bertempat di Kecamatan Anyar atau tepatnya di Desa Cikoneng, Selasa (5/3) dilaksanakan panen raya jagung hibrida.

Berdasarkan hasil ubinan KSA (Kerangka Sampel Area) bersama BPS Kabupaten Serang diperoleh hasil ubinan sebesar 8,56 ton/ha pipilan basah jagung. Meski masih sebatas angka estimasi, hasil ini sudah terbilang cukup tinggi bagi kalangan petani jagung di Kecamatan Anyar.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama kelompok tani bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten dan Kabupaten Serang. Acara tersebut di hadiri Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa beserta jajaran unsur muspida kabupaten. Wakil Bupati Serang berpesan agar petani jagung, khususnya Kecamatan Anyar terus mengembangkan jagung.

Terlebih peluang pasar jagung di wilayah Kabupaten Serang sangat terbuka luas. Terdapat enam perusahaan feedmill besar yang berdiri di wilayah ini dan membutuhkan bahan baku jagung yang sangat banyak. “Pemerintah baik pusat, provinsi, mupun kabupaten terus mendorong petani untuk pengembangan jagung,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Pandji, berbagai fasilitas telah diberikan, seperti bantuan sarana produksi (benih, pupuk, alsintan) dan kegiatan pemberdayaan melalui penyuluhan dalam bentuk demplot, demfarm dan Sekolah Lapang. Untuk di Kecamatan Anyar selain fokus kepada perluasan areal tanam, konsep pengembangan jagung juga diarahkan kepada peningkatan kualitas jagung pipilan kering dengan menerapkan proses panen maupun pasca panen yang baik dan cepat.

Ketua Kelompok Tani Kubang Pendeuy, Sarnata berharap pemerintah memberikan perlindungan asuransi pertanian untuk petani jagung. Selama ini yang ada baru asuransi untuk petani padi.

Menanggapi hal itu Wakil Bupati Serang berjanji akan mengakomodir persoalan asuransi usaha tani jagung tersebut. Sebab selama ini asuransi pertanian baru dinikmati petani padi dan peternak sapi/kerbau.

Reporter : Agung LS
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018