Kamis, 18 Juli 2019


Vertical Dryer untuk Petani Jagung Cilacap

20 Mar 2019, 14:15 WIBEditor : Yulianto

Kelompok tani Taruna Tani Akur mendapatkan bantuan vertical dryer | Sumber Foto:Wasis

Dengan adanya bantuan alat pengering jagung dari APBN itu dapat bermanfaat bagi petani, khususnya masyarakat Desa Mentasan dan Kalijeruk, Kecamatan Kawunganten serta Desa Sawangan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap

TABLOIDSINARTANI.COM, Cilacap---Untuk membantu petani dalam mengeringkan jagung, pemerintah memberikan bantuan alat pengeringan jagung vertical dryer. Salah satu yang mendapat bantuan adalah Kelompok Tani (Poktan) Taruna Tani Akur, Desa Mentasan Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap.

Bantuan vertical dryer berkapasitas 6 ton itu diresmikan Bupati Cilacap pada akhir Februari 2019 lalu. Dengan adanya bantuan alat pengering jagung dari APBN itu dapat bermanfaat bagi petani, khususnya masyarakat Desa Mentasan dan Kalijeruk, Kecamatan Kawunganten serta Desa Sawangan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.

Maryono, Kepala Desa Mentasan, Kecamatan Kawunganten Cilacap berharap petani agar dapat meningkatkan kualitas jagung. Bahkan nantinya Poktan juga bisa bekerjasama dengan BUMDes Desa Mentasan dalam pengadaan pupuk dan bibit. Nantinya hasil panen jagung petani ditampung BUMDes. “Karena itu kepengurusan BUMDes harus handal, khususnya menangani pertanian jagung,” ujarnya.

Sementara, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap dengan Desa Binaan Mentasan, Sumardi didampngi Ketua Kelompok Tani Taruna Tani Akur, Muhtarom mengatakan, dengan adanya bantuan mesin pengering jagung dari pemerintah akan meningkatkan kulaitas jagung dengan mutu kadar air lebih baik.

Kita kaji dan analisa rencana kedepannya. Kelompok tani akan membeli jagung tongkol basah atau jagung pipilan yang bekerjasama dengan pemerintah desa. Dengan demikian dalam mengoperasionalkan mesin pengering lebih mudah dan sesuai kapasitas 6 ton/hari,” katanya.

Sumardi juga mengharapkan, dengan mesin pengering, keringnya jagung bisa seragam dan akhirnya menaikan kualitas jagung pipilan sesuai pesanan pabrikan. Vertical dryer terseut juga akan berdampak positif terhadap petani dalam percepatan mengolah lahan untuk tanam jagung musim berikutnya.

Khusus di Desa Mentasan, Sumardi mengatakan, petani diharapkan bisa tanam tiga kali setahun, dengan luas lahan sekitar 500-800 ha. Saat ini hasil panen jagung sekitar 6-7 ton/ha dengan harga di tingkat petani pada awal panen awal tahun hingga akhir Februari 2019 berkisar Rp 3.500- 4500/kg.

Sedangkan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Supriyanto melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan Ermawati Syahyuni mengatakan, petani jagung Desa Mentasan yang saat ini memiliki alat pengering jagung agar memanfaatkan secara maksimal sarana pertanian ini untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil tani.

Diakui, selama ini petani masih dihadapkan pada masalah sulitnya melakukan pengeringan jagung, karena kadar air komoditas jagung masih tinggi, yaitu mencapai sekitar 20%. Dengan adanya alat ini diharapkan kadar air hasil panen dapat terus ditekan, sehingga kualitas panen akan semakin baik dengan kadar air 14?n sesuai ketentuan Bulog.

“Dengan alat pengering jagung ini, hasil panen jagung petani diharapkan mampu memenuhi standar yang ditetapkan Bulog maupun pelaku usaha lainnya. Kami akan membina kelompok tani dalam langkah operasional ke depannya," kata Ermawati

 

Reporter : Wasis
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018