Selasa, 21 Mei 2019


Ini Strategi Jawa Barat Capai Target Realisasi LTT 2019

26 Mar 2019, 19:12 WIBEditor : Gesha

Target realisasi LTT Jabar dipastikan akan sesuai dengan beragam strategi | Sumber Foto:Dyah

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung --- Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu sentra yang ditargetkan peningkatan luas tambah tanam (LTT) sekaligus produksi yang melimpah. Karenanya, beberapa strategi tengah dilakukan oleh Bumi Pasundan tersebut.

"Target LTT Oktober 2018 – Maret 2019 di Jawa Barat adalah 1.438.306 Ha sedangkan realisasinya adalah 1.010.000 Ha. Sedangkan target LTT April – September  2019 adalah 747.003 Ha," beber Kasi Pengelolaan Lahan dan Air, Ir. Ajad yang datang mewakili Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat dalam Focus Group Discussion (FGD) Prakiraan Iklim Musim Kemarau 2019 Antisipasi Dampak El Nino di Wilayah Jawa Barat yang dilakukan oleh Subdit Iklim, Konservasi dan Lingkungan Hidup Direktorat Irigasi Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.

Ajad memaparkan beberapa strategi yang ditempuh untuk bisa merealisasikan LTT tersebut. Mulai dari membuat persemaian di lokasi yang dua-tiga minggu  lagi akan panen menggunakan varietas yang tahan serangan OPT Utama (WBC, Penggerek batang, kerdil rumput/hampa, dan lain-lain).

"Benihnya berlabel varietas tahan OPT yang diadakan oleh DMB (desa mandiri benih) di Jabar," tambahnya.

Kemudian setelah panen, petani menyegerakan pengolahan lahan menggunakan alsintan traktor. "Didalamnya termasuk Optimalisasi brigade alsintan dan Normalisasi sungai dan salurannya," tuturnya.

Mengenai perencanaan tanam dan panen, pihaknya melakukan komunikasi dengan BMKG, Kepala Desa dan petugas lapang. "Kita juga lakukan Pemasangan AWS (automatic weather station) alat deteksi cuaca bantuan JICA (univ chiba, IPB, dan Dinas TPH Jabar)di  Cihea Cianjur dan Bojongsoang Kab Bandung," tuturnya.

Sedangkan di tingkat Dinas, mereka melakukan Identifikasi lahan yang baru panen, potensi tanam, sumber air, hingga potensi penyerapan AUTP. "Termasuk, pengawalan teknis oleh PPL dan POPT, Eksekusi Banper Pajale sesuai jadwal tanam atau cuaca hingga pembangunan posko percepatan tanam di lokasi sentra," bebernya.

Ajad juga menerangkan persentase capaian LTT MH.2018/2019 (belum final) lebih kecil daripada MH.2017/2018 karena beberapa faktor.

Mulai dari penurunan angka konversi (GKP ke GKG semula 86% menjadi  82%), Konversi GKG ke Beras semula 62,74% menjadi 57,44%, Konsumsi semula 83,9 kg/kap/th menjadi 111 kg/kap/th, hingga penerapan pola KSA (kerangka sampel area)

Reporter : Dyah Susilokarti
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018