Kamis, 23 Mei 2019


Kenalin Nih ! Varietas BAROMA untuk Penyuka Nasi Briyani

02 Apr 2019, 17:14 WIBEditor : Gesha

Inilah beras Varian Basmati Beraromatik yang dihasilkan oleh BB Padi | Sumber Foto:HENI

Baroma ini memiliki batang yang lebih kokoh dan besar, bisa ditanam di sawah irigasi dan potensi hasil 5-6 ton/hektar. Tekstur nasi pera dan pemanjangan nasi setelah proses pemasakan sebesar 1,5 kali. Rasa nasinya pun lebih gurih dibandingan beras Ba

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Bagi Anda penyuka Nasi Briyani bahkan Nasi Kebuli, tentunya tidak asing bukan dengan Beras Basmati yang punya butiran panjang dibandingkan beras umum?Nah, Indonesia sekarang sudah punya varietas khusus beras Basmati lokal lho!. Tak hanya mirip, beras ini pun lebih wangi !

"Namanya Baroma, beras tipe Basmati Aromatik. Beras tipe ini memang beras premium dengan harga yang mahal, karenanya tergolong beras khusus," tutur Peneliti Pemuliaan Tanaman Padi dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), Heni Safitri.

Selama ini, beras Basmati hanya dihasilkan oleh India dan Pakistan. Sedangkan permintaan di Indonesia akan bahan baku Nasi Briyani dan Kebuli semakin tinggi dengan semakin menjamurnya rumah makan khusus India dan Arab. "Untuk penuhi pasar tersebut, kita memang masih impor Beras Basmati. Harganya pun mahal yaitu Rp 50-60 ribu per kilogram," tuturnya.

Inilah yang menjadi alasan dikembangkannya padi untuk menghasilkan beras Basmati oleh BB Padi di tahun 2009 dan mulai dilepas varietasnya pada tahun 2019. 

"Kita sudah pernah coba menanam padi dari beras Basmati yang dibawa langsung dari India dan Pakistan untuk di Indonesia. Tapi hasilnya ternyata rendah, hanya 3 ton/hektar. Belum lagi rentan hama wereng batang cokelat (WBC)," beber Heni.

Karenanya, selama 10 tahun peneliti BB Padi merakit varietas Basmati dari tetuanya yaitu Pusa Basmati 5 dan memiliki banyak kelebihan. "Baroma ini memiliki batang yang lebih kokoh dan besar, bisa ditanam di sawah irigasi dan potensi hasil 5-6 ton/hektar," jelas Heni.

Umur panen varietas Baroma sekitar 113 hari setelah sebar (hss). Amilosa varietas ini 25,55 persen dengan tekstur nasi pera dan pemanjangan nasi setelah proses pemasakan sebesar 1,5 kali. "Rasa nasinya pun lebih gurih dibandingan beras Basmati biasa," tuturnya.

Meskipun sudah dirilis, padi Baroma ini sedang diproduksi benih BS (benih penjenis) di BB Padi. Dan akan diperbanyak menjadi benih dasar oleh produsen benih. Di tingkat penangkar, benih pokok nantinya bisa dihasilkan dari benih dasar tersebut. 

Dengan dihasilkannya varietas Baroma diharapkan dapat mengurangi impor terhadap beras tipe Basmati dan dapat meningkatkan ekspor beras tipe Basmati ke pasar Internasional. 

"Paling penting adalah di penanganan pascapanennya. Karena ini berasnya panjang-panjang, perlu setelan penggilingan yang berbeda dibandingkan beras umum. Kalau tidak, beras Basmatinya banyak yang patah dan justru membuat harganya anjlok dan tidak premium," pesan Heni.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018