Senin, 26 Agustus 2019


Gerak Cepat Jaga Harga Gabah

09 Apr 2019, 13:18 WIBEditor : Yul

Panen padi di sejumlah daerah terus berlangsung.

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA -- Panen padi di sejumlah daerah terus berlangsung. Untuk menjaga agar harga gabah yang terjun bebas, Perum Bulog diminta bergerak cepat membeli gabah petani. Bulog pun menyatakan siap membeli gabah petani dengan harga komersil.

Saat ini di sejumlah daerah sedang musim panen. Sehingga produksi padi di sejumlah daerah melimpah. Karena itu kami sudah komunikasi dengan Bulog melalui divrenya di daerah untuk bergerak cepat serap gabah petani," kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Seperti dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) harga gabah di tingkat petani pada Maret 2019 terjadi penurunan. Gabah kering panen (GKP) turun 9,98% menjadi Rp 4.604/kg per Maret 2019. Sedangkan gabah kering giling (GKG) juga turun 5,11 persen menjadi Rp 5.530/kg per Maret 2019.

Jika berpatokan dengan Inpres No. 5 Tahun 2015 tentang Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah, maka harga gabah tersebut masih di atas ketetapan pemerintah. Sesuai Inpres tersebut, harga pembelian gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp 3.700/kg dan dipenggilingan Rp 3.750/kg. Harga gabah kering giling (GKG) Rp 4.600/kg di penggilingan dan Rp 4.650 di gudang Bulog. Adapun harga beras di gudang Bulog Rp 7.300/kg.

Fleksibilitas Harga

Menurut Amran, jika harga gabah petani mengalami penurunan, Bulog bisa membeli gabah petani sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Namun Kementerian Pertanian juga telah mengeluarkan kebijakan fleksibilitas harga yakni 10% di atas HPP. Dengan demikian, Bulog bisa beli gabah kering panen (GKP) petani dengan harga Rp 4.070/kg dan Rp 5.115/kg untuk GKG dan beras Rp 8.030/kg.

Kami minta Bulog jangan biarkan petani rugi. Bulog harus menyerap tanpa batas. Artinya gabah yang ada harus diserap sebanyak-banyaknya. Kami juga sudah koordinasi dengan BUMN agar bekerja secara cepat, ujar Amran saat kunjungan ke Desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.

Amran mengatakan, fleksibilitas harga tersebut merupakan salah satu instrumen pemerintah menyelamatkan harga gabah di petani. Harapannya, jangan sampai saat musim panen petani malah rugi. Selain ada kebijakan fleksibilitas harga, Bulog juga bisa beli gabah petani dengan harga komersil. Apakah dengan harga Rp 4.500/kg atau Rp 4.600/kg. Jadi tak ada alasan untuk membeli dengan harga yang menguntungkan petani," tegasnya.

Amran mengakui, panen yang bertepatan dengan musim hujan kerap kali membuat kualitas gabah menurun. Salah satunya karena minimnya ketersediaan lantai jemur petani. “Untuk mengatasi masalah ini pemerintah pada tahun 2017 sudah menyalurkan 1.000 dryer ke petani. Pada tahun 2018 pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 800 miliar untuk pengadaan dryer ke petani,” tuturnya.

Apalagi lanjut Amran, Kabupaten Indramayu juga sudah mendapat bantuan sebesar Rp 24 miliar yang terdiri dari benih, bibit, pupuk dan traktor. Kita harapkan, seluruh bantuan ini mampu mendorong Indramayu terus menjadi penopang lumbung pangan nasional," katanya.

Sementara itu Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri mengatakan, pemerintah telah berkomitmen menjaga harga gabah di tingkat petani. Bahkan Badan Ketahanan Pangan telah bekerjasama dengan Bulog, pemerintah daerah, TNI/Polri dalam kesatuan tim Sergap. Tim Sergap bertugas menyerap seluruh gabah panen petani agar tidak mengalami kerugian. “Kami dalam berbagai kesempatan telah menyampaikan komitmen pemerintah untuk menjaga harga gabah di tingkat petani tetap stabil," ucapnya.

Sebagai bentuk komitmen itu, untuk menjaga stabilitas harga gabah/beras pemerintah telah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) dan harga eceran tertinggi (HET). Kebijakan itu menjadi intervensi pengawasan harga dasar. Dengan begitu, harga jual produk petani tidak menjadi anjlok. Sedangkan HET menjadi harga maksimum dengan harapan harga yang harus dibayar konsumen tidak melonjak tinggi, ujar Kuntoro Boga.

Reporter : Idt
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018