Selasa, 23 April 2019


Benih Pangan Lokal Lebih Aman, Petani pun Tenang

10 Apr 2019, 09:47 WIBEditor : Yul

Pemusnahan benih jagung asal India.

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA -- Pemerintah terus mendorong petani untuk menggunakan benih pangan unggul produksi dalam negeri. Selain aman dari penyakit yang bisa merusak pertanaman, petani pun bisa lebih tenang karena tak perlu khawatir produksinya rendah.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Sumardjo Gatot Irianto mengatakan, Indonesia telah memiliki kemampuan memproduksi benih yang berkualitas. Karena itu, ia menghimbau kepada seluruh pihak, terutama petani agar memanfaatkan benih lokal. “Selain mendukung terciptanya lapangan pekerjaan, pengunaan benih lokal merupakan bagian dari kecintaan kita terhadap produk anak bangsa,” katanya.

Ungkapan Dirjen Tanaman Pangan tersebut tak lepas dari dideteksinya 6,1 juta ton benih jagung asal Negeri Bollywood, India yang positif mengandung bakteri Pseudomonas Syrungae Pv Syrungae (PSS). Bakteri itu belum pernah ada di Indonesia dan masuk kategori Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) A1.

Gatot Irianto mengatakan, PSS merupakan bakteri yang sangat berbahaya karena termasuk penyakit yang belum ditemukan di Indonesia dan tidak dapat dibebaskan dengan cara perlakuan, sehingga harus dimusnahkan dengan cara dibakar. Bakteri ini berpotensi besar mendatangkan kerugian secara ekonomi, serta mengancam keberhasilan Upaya Khusus (Upsus) swasembada padi, jagung dan kedelai.

“Saya mengapresiasi petugas karantina pertanian dan seluruh Komunitas Bandara, bapak ibu yang secara nyata melindungi pertanian kita, bisa dibayangkan berapa kerugian yang kita alami apabila benih berbakteri ini tersebar. Ini parent seed apabila sudah diproduksi menjadi benih sebar, bayangkan berapa kerugiannya,” ungkap Gatot sambil melakukan pemusnahan menggunakan incenerator berkapasitas 400 kg milik Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno - Hatta.

Semangat melindungi pertanian Indonesia juga ditunjukan Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Justan Ridwan Siahaan yang secara langsung ikut melakukan pemusnahan benih jagung tersebut. “Pemusnahan ini merupakah bagian dari melindungi pertanian Indonesia. Ini juga bentuk dukungan terhadap visi Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia. Kami di Inspektorat Jenderal selain bertugas mengawasi, juga berkomitmen ikut serta mendukung dalam mewujudkan visi tersebut,” papar Justan.

Reporter : Yulianto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018