Minggu, 21 Juli 2019


Tidak Lolos Verifikasi Karantina

10 Apr 2019, 09:47 WIBEditor : Yul

Pemusnahan benih jagung asal India.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengatakan, meski benih yang masuk lewat Bandara Soekarno-Hatta akhir tahun lalu ini memiliki dokumen resmi dan lengkap dari negeri asal, pihaknya wajib untuk tetap memeriksa di laboratorium. Alhasil, ternyata benih tersebut tidak lolos dalam verifikasi perkarantinaan Indonesia.

“Ini merupakan bentuk komitmen kami menjaga pertanian dalam negeri dari ancaman OPTK, terlebih bakteri ini belum pernah ada di Indonesia. Selain merusak produksi jagung dalam negeri, bakteri ini juga sangat berbahaya karena dapat menyerang berbagai jenis family tanaman lain,“ ujar Jamil saat pemusnahan di Instalasi Karantina Pertanian, Balai Besar Soekarno Hatta, beberapa waktu lalu.

Menurut Jamil, bekteri PSS akan sangat berbahaya bagi kinerja petani dalam berproduksi. Pasalnya, berpotensi mengurangi produksi jagung secara signifikan hingga 40% dari hasil panen. Jika bakteri tersebut tersebar, maka potensi kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 11 triliun/tahun. Menurut perhitungan Jamil, angka tersebut belum termasuk biaya pengendalian yang harus dikeluarkan pemerintah.

Jika luas pertanaman jagung Indonesia mencapai 3,35 juta ha, dengan produksi 3,4 ton/ha, apabila kemampuan berproduksi tanaman diestimasi berkurang hingga 40% maka total kehilangan produksi bisa mencapai 4,5 juta ton. Nah, dengan harga Rp 2,5 juta/ton, maka akumulasi kerugian mencapai Rp 11 triliun.

Sementara Perwakilan PT. Metahelix Life Sciences Indonesia, Reri Susanto selaku perusahaan pemilik benih jagung tersebut mengapresiasi kinerja pemerintah dalam mencegah masuk dan tersebarnya OPTK yang dapat membahayakan sektor pertanian dalam negeri. “Saya mengapresiasi upaya pemerintah. Sebagai bagian dari warga negara Indonesia saya harus ikut dan taat peraturan yang berlaku. Ini pembelajaran untuk kami selaku pengusaha agar kedepannya tidak terjadi lagi,” ungkap Reri.

Selain benih jagung, Karantina Pertanian Soekarno Hatta juga memusnahkan 2 kg benih padi asal Jepang ilegal yang dibawa perorangan dan tidak dilengkapi dengan persyaratan dokumen karantina sesuai dengan UU No 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Pada kesempatan tersebut Gatot juga meminta kepada seluruh pihak, khususnya Karantina Pertanian untuk terus mendukung kesejahteraan petani melalui akselerasi ekspor pertanian Indonesia. “Terakhir saya minta semua pihak khususnya Karantina Pertanian yang memiliki tugas dan fungsi sangat erat terkait ekspor untuk terus dorong ekspor pertanian Indonesia, dengan memperhatikan juga harga di tingkat petani,katanya.

Reporter : Yulianto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018