Thursday, 16 July 2026


Pentingnya Memahami Neraca Bahan Pangan

22 May 2014, 11:49 WIBEditor : Kontributor

Pemantapan pembangunan ketahanan pangan perlu terus diupayakan, antara lain melalui penyediaan pangan setiap saat agar jumlah, mutu dan zat gizi yang mencukupi bagi setiap rumah tangga. Penggunaan pangan pada saat ini cenderung tidak hanya digunakan untuk konsumsi manusia, namun juga bersaing dengan penggunaan pangan untuk industri non pangan, sehingga perlu didukung dengan ketersediaan data dan informasi yang akurat dalam hal penyediaan (supply), penggunaan (utilization) dan ketersediaan (availability) pada akhirnya.

Demikian pula perumusan kebijakan ketersediaan pangan yang tepat harus didasari oleh data dan informasi berkualitas yaitu relevan, tepat waktu dan akurat. Informasi mengenai situasi penyediaan pangan secara menyeluruh di suatu negara atau wilayah digambarkan melalui Neraca Bahan Makanan (NBM). Penyusunan NBM dilakukan dalam periode tahunan untuk menyajikan informasi ketersediaan bahan makanan secara nasional.

Dengan mencermati NBM dari tahun ke tahun dapat diketahui adanya perubahan jenis dan ketersediaan serta tingkat kecukupan menurut kebutuhan gizi bahan makanan yang harus tersedia untuk konsumsi penduduk secara keseluruhan. NBM juga berguna untuk menganalisis situasi pangan suatu negara. Metode penghitungan NBM Nasional mengacu pada metode dari Food and Agriculture Organization (FAO).

Data dan informasi yang digunakan bersumber dari data resmi yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang. Namun demikian proses pengolahan data seringkali menemui kendala sehingga informasi yang dihasilkan belum sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini akan berujung pada tersedianya data yang kurang tepat, tidak informatif dan tertinggal.

Masalah utama penyusunan tabel NBM adalah terbatasnya ketersediaan data-data pokok sehingga menjadi kendala dalam pengisian kolom-kolom dalam tabel NBM. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dilakukan penghitungan dengan menggunakan pendekatan, yaitu menggunakan faktor konversi dan data sekunder lain, seperti data konsumsi. Faktor konversi diperoleh dari hasil kajian yang dilakukan oleh instansi terkait maupun hasil analisis tabel input–output. Dengan digunakannya pendekatan tersebut, diperlukan kecermatan dan ketelitian dalam melakukan langkah-langkah perhitungan untuk setiap komoditas dalam tabel NBM. Proses penyempurnaan dalam penghitungan NBM sampai saat ini terus dilakukan dalam rangka menyajikan informasi ketersediaan pangan yang tepat dan relevan.

Neraca Bahan Makanan (NBM) menyajikan gambaran yang komprehensif tentang pola pasokan makanan suatu negara selama periode tertentu jika dilihat dari sejarahnya. NBM pertama kali dibuat setelah Perang Dunia I. Pada tahun 1936 NBM menjadi sumber data utama pada saat Komite Liga Bangsa-Bangsa yang menangani masalah gizi dan sub-komite bidang statistik gizi melakukan perbandingan dengan data konsumsi pangan.

Selama Perang Dunia II, kepentingan terhadap NBM meningkat pesat. NBM digunakan oleh negara-negara sekutu pada tahun 1942-1943 dalam studi tentang pasca perang di negara-negara Eropa di mana dikembangkan teknik lebih rinci dan digunakan oleh komite gabungan para ahli dari Canada, Amerika Serikat dan Inggris dalam laporan mengenai tingkat konsumsi pangan di negara tersebut.

Pada kurun waktu yang sama, NBM juga dibuat di Jerman untuk kepentingan sendiri maupun bagi negara jajahannya. NBM berperan dalam membantu Dewan Pangan Darurat Internasional dalam pengalokasian dan pendistribusian pangan pada periode di mana terjadi kekurangan pangan setelah perang.

Sejak awal, FAO telah memberikan perhatian dalam pengembangan NBM, terkait dengan kegunaannya dalam menganalisis situasi pangan. Dalam sidangnya yang keempat di Washington pada tahun 1948, Konferensi FAO merekomendasikan agar setiap negara mengembangkan NBM dan FAO akan membantu dalam penyusunannya. NBM diharapkan dapat diterbitkan secara periodik di banyak negara.

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018