Kamis, 12 Desember 2019


Babinsa Klaten Dampingi Petani Tanam Padi Jajar Legowo

06 Mei 2019, 16:13 WIBEditor : Yulianto

Babinsa damping petani tanam padi Jarwo | Sumber Foto:Suparman

Babinsa juga menggiatkan program Luas Tambah Tanam ( LTT ) pada petani di wilayah binaannya untuk membuka lahan lahan baru dan mengoptimalkan lahan yang tersedia

TABLOIDSINARTANI.COM, Klaten---Untuk mendukung peningkatan produksi pangan. Babinsa di Koramil 23/Ceper Kodim 0723/Klaten justru telah terjun mendampingi petani bertanam padi dengan metode jajar legowo (jarwo). Pendampingan dilakukan Koptu Suparman di di lahan milik Sriyono, Dukuh Paten, Desa Kuncen.Pendampingan juga dilakukan di lahan petani lainnya.

Koptu Suparman mengatakan, rata-rata petani di wilayah binaannya sudah menggunakan sistem jajar legowo. “Ini semua atas sosialisasi Babinsa bersama penyuluh pertanian,” ujarnya seraya menambahkan, dengan menggunakan jarwo akan meningkatkan hasil pertanian.

Sebagai Babinsa kami juga menyarankan kepada petani supaya menggunakan pupuk organik, karena dengan pupuk organik ramah lingkungan tanpa kontaminasi zat kimia dan sudah teruji bisa meningkatkan hasil pertanian,” tuturnya.

Selain upaya tersebut Babinsa juga menggiatkan program Luas Tambah Tanam ( LTT ) pada petani di wilayah binaannya untuk membuka lahan lahan baru dan mengoptimalkan lahan yang tersedia. Kegiatan ini Babinsa dalam upaya pendampingan Upsus pertanian ini, semata untuk meningkatkan kesejahteraan petani, serta mensukseskan program ketahanan pangan nasional.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan TNI terhadap percepatan tanam yang digalakkan pemerintah. TNI mendukung secara langsung di lapangan terhadap usaha pemerintah mewujudkan percepatan tanam padi,” katanya.

Sementara itu Sriyono mengatakan, dirinya senang dengan adanya pendampingan dari Babinsa. Sebab, dirinya belum menggunakan metode tanam jajar legowo, karena keterbatasan pemahaman. Dengan adanya pendampingan ini tentunya menambah pola berpikir, sehingga kita juga harus mengikuti perkembangan terutama di sektor pertanian,” katanya.

Danramil 23/Ceper Kapten Inf Dwi Haryono mengatakan, kegiatan pendampingan yang dilakukan Babinsa mulai dari kegiatan penyuluhan, bercocok tanam sampai panen merupakan sebagai bentuk pendekatan emosional terhadap masyarakat binaannya dan memperlancar kerjasama dengan petani.

Dengan adanya kegiatan pendampingan ini akan terus terjalin hubungan yang harmonis antara Babinsa dengan masyarakat binaannya. Tentunya bukan hanya kegiatan membantu dan mendampingan petani tanam padi, tetapi kegiatan kegiatan sosial lainnya.

“Apalagi saat ini bertepatan dengan masa tanam sudah merupakan tugas rutin seorang Babinsa,” kata Dwi Haryono. Kegiatan tersebut juga untuk mengetahui perkembangan wilayah binaan, khususnya dalam upaya peningkatan produksi pangan yang sudah dicanangkan pemerintah di wilayah Kabupaten Klaten.

 

Reporter : Suparman
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018