Senin, 16 September 2019


Melongok Keberhasilan Desa Mandiri Benih di Kabupaten Tanah Datar

09 Mei 2019, 11:39 WIBEditor : Gesha

Manfaat yang dirasakan antara lain meningkatnya pendapatan, kemampuan dalam penguasaan teknologi budidaya untuk penangkaran benih, kemampuan dalam manajemen pemasaran, manajemen keuangan dan manajemen organisasi, yang semuanya diperoleh melalui pelatihan- | Sumber Foto:ISTIMEWA

Manfaat yang dirasakan antara lain meningkatnya pendapatan, kemampuan dalam penguasaan teknologi budidaya untuk penangkaran benih, kemampuan dalam manajemen pemasaran, manajemen keuangan dan manajemen organisasi, yang semuanya diperoleh melalui pelat

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Tanah Datar --- Salah satu kegiatan yang dilaksanakan pemerintah untuk mencapai Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045 yakni Desa Mandiri Benih (DMB). Kabupaten Tanah Datar sendiri menjadi salah satu contoh suksesnya pengembangan DMB.

"Contoh keberhasilan pelaksanaan program DMB ada di Gapoktan Empat Sehati Mandiri di Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Gapoktan ini merupakan penangkar benih padi sawah yang telah memulai usaha taninya sejak 2006. Memiliki gudang simpan berkapasitas 10 ton dan lantai jemur dengan kapasitas 3 ton,” jelas  Pengawas Benih Ahli Madya, Retno Setianingsih.

Melalui kegiatan DMB yang telah dilaksanakan sejak tahun 2015, gapoktan ini mengalami kemajuan pesat dalam pelaksanaan produksi benih bersertifikat. Adanya kerjasama di bidang produksi dan pemasaran dengan pihak PT Sang Hyang Seri dan PT. Pertani yang berdampak terhadap kontinuitas pengadaan benih bahkan sudah ada kerjasama dengan pedagang benih dari luar daerah.

Penyaluran benih dilaksanakan ke penyaluran di Kabupaten Tanah Datar, di luar Kabupaten Tanah Datar bahkan hingga keluar Provinsi Sumatera Barat yaitu ke Provinsi Riau (Kampar, Pelalawan, Buton, Teluk Kuantan).

Untuk diketahui, program DMB dapat mendukung pencapaian sasaran produksi dan merupakan salah satu upaya pemecahan masalah dari aspek perbenihan.

Pengawas Benih Tanaman Ahli Madya Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dewi Taliroso menjelaskan kegiatan DMB bertujuan untuk memberikan fasilitasi kepada kelompoktani, kelompok penangkar atau gabungan kelompok tani dengan kelompok penangkar dalam rangka meningkatkan kapasitas (Capacity Building) yang mampu memproduksi benih untuk memenuhi kebutuhan benih di wilayahnya.

Program yang bergulir sejak 2015  hingga 2017 ini berkontribusi nyata dalam upaya penyediaan benih unggul bersertifikat. Sampai saat ini, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan telah berhasil mengembangkan 1.313 unit DMB dengan produksi sebesar 39.549 ton dan rata-rata produktivitas sebesar 30,12 kuintal/ha.

Adapun bantuan yang difasilitasi pada kelompok penerima kegiatan DMB berupa sarana produksi (benih sumber, biaya sertifikasi, pupuk, biaya prosesing benih), peralatan pengolahan dan pengemasan benih (seed cleaner, sealer, troly, mesin jahit karung, kemasan dll), gudang dan lantai jemur.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan DMB sangat dirasakan manfaatnya oleh petani pelaksana DMB yang semula hanya berusahatani padi untuk konsumsi.

Manfaat yang dirasakan antara lain meningkatnya pendapatan, kemampuan dalam penguasaan teknologi budidaya untuk penangkaran benih, kemampuan dalam manajemen pemasaran, manajemen keuangan dan manajemen organisasi, yang semuanya diperoleh melalui pelatihan-pelatihan yang telah diikuti oleh pelaksana DMB.

Manfaat lain yang dirasakan adalah kontribusi DMB dalam penyediaan benih unggul bersertifikat bagi petani sekitar maupununtuk memenuhi kebutuhan benih program pemerintah, yaitu dengan melakukan kemitraan dengan produsen benih Swasta maupun BUMN.

Tetapi hal yang sangat penting kedepan adalah kemampuan pelaksana DMB untuk menjual produknya melalui pasar bebas (free market), sehingga tidak bergantung dengan program Pemerintah.

Dengan melihat keberhasilan pengembangan DMB yang memberikan kontribusi positif terhadap penyediaan benih unggul bersertifikat.

Sehingga, melalui kegiatan DMB diharapkan akan tumbuh kembang kelompok tani/kelompok penangkar atau gabungan kelompok tani dengan kelompok penangkar yang mampu menyediakan benih untuk memenuhi kebutuhan benih di wilayah masing-masing.

 

Reporter : TIARA/RAHMAN
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018