Kamis, 23 Mei 2019


Tiga Varietas Padi Lokal Petani, Hadir di Festival Padi 2019

13 Mei 2019, 12:49 WIBEditor : GESHA

Berdasarkan hasil yang diperoleh AB2TI melepaskan 3 varietas baru karya petani kecil yang berumur genjah dan tahan terhadap hama dan penyakit tanaman | Sumber Foto:TARMINAH

Produktivitas ketiganya diukur dari total hasil panen dari pertanaman seluas 0,5 hektar. Ketiga varietas baru tersebut akan segera disebar ke petani di seluruh Indonesia untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan mereka.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Indramayu --- Masyarakat desa, petani dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Kalensari, Indramayu bersama dengan Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) menginisiasi acara Festival Padi 2019 dan Pemecahan Rekor MURI.

“Kegiatan yang berlangsung di Desa Kalensari, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat ini diawali dengan mengundang petani-petani dari seluruh Indonesia untuk mengirimkan benih padi karya mereka sendiri untuk diuji,” terang Ketua Panitia, Baman Natanegara.

Terkumpul 360 varietas padi karya petani kecil yang kemudian diseleksi lanjut dengan mengacu ke keragaman benih. Dari hasil seleksi diperoleh 90 varietas yang berbeda satu dengan yang lain kemudian ditanam serentak di lahan seluas 9 ha di Desa Kalensari beberapa bulan sebelum acara Festival Padi 2019 berlangsung.

Dari Maret sampai 30 April 2019 dilakukan panen 90 varietas yang ditanam di lokasi Nandur Bareng.

“Cukup mengejutkan variasi yang ada diantara varietas-varietas karya petani kecil sangat tinggi dengan perbedaan umur panen dari yang super genjah dengan umur panen 65 Hari Setelah Sebar (HSS) hingga 116 HSS. Hasil panen berkisar dari yang terendah 4,02 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektar hingga tertinggi 14,06 ton GKP/ha,” jelas Baman. Hasil diukur bukan dari ubinan tetapi dari total lahan tanam untuk setiap varietas.

Berdasarkan hasil yang diperoleh AB2TI melepaskan 3 varietas baru karya petani kecil yang berumur genjah dan tahan terhadap hama dan penyakit tanaman yaitu IF16 dengan potensi hasil 14 ton GKP/ha (14,06 ton/ha), IF17 dengan potensi hasil 10 ton/ha (10,14 ton/ha) dan IF18 dengan potensi 9 ton GKP/ha (9,10 ton/ha).

Produktivitas ketiganya diukur dari total hasil panen dari pertanaman seluas 0,5 hektar. Ketiga varietas baru tersebut akan segera disebar ke petani di seluruh Indonesia untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan mereka.

Tim MURI memverifikasi kegiatan “Festival Padi 2019” dan memberikan penghargaan “Museum Rekor-Dunia Indonesia” kepada AB2TI untuk dua Rekor yaitu “Menanak Nasi di Pawon Terbanyak” dan “Panen Padi dengan Varietas Terbanyak” yang dipersembahkan untuk masyarakat Desa Kalensari, Indramayu dan petani kecil di seluruh Indonesia.

Baman menyampaikan pelepasan Varietas dan capaian Rekor MURI tersebut membuktikan bahwa petani kecil Indonesia memiliki kapasitas luar biasa dalam pemuliaan dan pengembangan benih untuk mendukung peningkatan produksi pangan nasional, peningkatan kesejahteraan petani kecil dan sistem pertanian berkelanjutan.

 

Reporter : Tiara/tarminah
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018