Selasa, 17 September 2019


Produksi Padi Naik 24,59 Persen, Luwu Utara Bakal Terima Penghargaan

14 Mei 2019, 16:12 WIBEditor : Yulianto

Bupati Luwu Utara, Indah saat panen padi | Sumber Foto:LH/HMS

Dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, hanya ada sembilan kabupaten yang mendapat persentase di atas 5 persen, dan Luwu Utara paling tinggi.

TABLOIDSINARTANI.COM, Luwu Utara---Jika tak ada aral melintang, Mei ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara bakal menerima apresiasi dan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas hasil peningkatan produksi padi pada 2018.

Catatan BPS, peningkatan produksi padi Luwu Utara tertinggi diantara 24 kabupaten/kota di Sulsel, yaitu 24,59 persen. Hal ini diungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan melalui Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan, Sunanto, usai menghadiri panen perdana padi di lokasi penangkaran benih padi, Sabtu (4/5), di Desa Hasanah Kecamatan Mappedeceng.

“Data peningkatan produksi padi 24,59 persen ini dikeluarkan BPS Provinsi, dan diakui undang-undang. Insya Allah, penetapannya tidak lama lagi. Mungkin Mei ini,” ungkap Sunanto.

Dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, hanya ada sembilan kabupaten yang mendapat persentase di atas 5 persen, dan Luwu Utara paling tinggi. Daerah dengan peningkatan produksi di atas 5 persen, bakal mendapat apresiasi dari Gubernur Sulsel. “Tahun kemarin penghargaan diserahkan langsung Presiden di Istana, tapi sepertinya tahun ini penghargaan diserahkan Gubernur Susel di Makassar,” katanya.

Sunanto menambahkan, luas lahan padi di Lutra kurang lebih 27.000 ha. Luasan tersebut masih kalah dibanding daerah lain seperti Bone, yang luas lahannya mencapai 54.000 ha. “Kalau mengacu luas lahan memang kita masih di bawah dari Bone. Dari segi produksi, kalau dikonversi ke luas lahan kita akan kalah. Tapi berkaitkan peningkatan produksi, justru kita yang tertinggi di Sulsel. Ini BPS yang keluarkan,” katanya bangga.

Sunanto mengatakan, pihaknya kini tinggal menunggu panggilan dari provinsi untuk menerima penghargaan. Sekali lagi, ini untuk persentase peningkatan produksi padi di 2018. Di 2019, tentu kita masih berharap mampu mencapai di atas 5 persen lagi, meski tahun ini sebagian lahan di wilayah Kabupaten Luwu Utara terkena dampak dari bencana banjir,” tuturnya.

Reporter : LH/HMS
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018