Rabu, 24 Juli 2019


Desa Mandiri Benih Agar Petani Mandiri Kebutuhan Perbenihan

15 Mei 2019, 16:02 WIBEditor : Gesha

UPB Padi Widhatama menerima bantuan DMB seluas 5 ha dengan produksi benih bersertifikat 20 ton. Selang dua tahun kemudian, UPB ini berhasil memperluas penangkaran benih menjadi 131.5 ha dan meningkatkan produksi benih bersertifikat menjadi 460,26 ton. | Sumber Foto:ISTIMEWA

UPB Padi Widhatama menerima bantuan DMB seluas 5 ha dengan produksi benih bersertifikat 20 ton. Selang dua tahun kemudian, berhasil memperluas penangkaran benih menjadi 131.5 ha dan meningkatkan produksi benih bersertifikat menjadi 460,26 ton

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Penyediaan benih bersertifikat sebagai salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan saat ini untuk membantu petani mendapat akses benih bermutu.

Salah satu kegiatan secara spesifik yang telah dilakukan adalah pengembangan Desa Mandiri Benih (DMB).

Kegiatan ini  diharapkan dapat mendukung pencapaian sasaran produksi dan sebagai salah satu upaya pemecahan masalah dari aspek perbenihan.

"Kegiatan DMB bertujuan untuk memberikan fasilitasi kepada kelompok tani, kelompok penangkar atau gabungan kelompok tani dengan kelompok penangkar dalam rangka meningkatkan kapasitas (capacity building) yang mampu memproduksi benih untuk memenuhi kebutuhan benih di wilayahnya,” ungkap Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Takdir Mulyadi.

Program yang bergulir sejak 2015 hingga 2017 ini telah berkontribusi nyata dalam upaya penyediaan benih unggul bersertifikat.

Sampai saat ini, Kementan telah berhasil mengembangkan DMB padi total sebanyak 1.338 unit dengan total produksi benih berjumlah 39.549 ton dan produktivitas rata-rata 30,12 kuintal per hektar.

Fasilitasi yang diberikan Kementan pada program ini berupa sarana produksi (benih sumber, biaya sertifikasi, pupuk, biaya prosesing benih), peralatan pengolahan dan pengemasan benih (seed cleaner, sealer, troli, mesin jahit karung, kemasan, dan lainnya), gudang dan lantai jemur.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan DMB sangat dirasakan manfaatnya oleh petani pelaksana DMB yang semula hanya berusahatani padi untuk konsumsi menjadi dapat digunakan untuk memproduksi lebih lanjut.

Efeknya petani merasakan meningkatnya pendapatan, kemampuan dalam penguasaan teknologi budidaya untuk penangkaran benih, kemampuan dalam manajemen pemasaran, manajemen keuangan dan manajemen organisasi, yang semuanya diperoleh melalui pelatihan-pelatihan yang telah diikuti oleh pelaksana DMB.

Tidak sampai disitu saja, keberhasilan pengembangan DMB memberikan kontribusi positif terhadap penyediaan benih unggul bersertifikat.

Salah satu contoh keberhasilan pelaksanaan program DMB adalah Unit Prosesing Benih (UPB) Padi Widhatama yang berada di Desa Lubuk Seberuk, Kecamatan Lempung Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Tahun 2015, UPB Padi Widhatama menerima bantuan DMB seluas 5 ha dengan produksi benih bersertifikat 20 ton.

Selang dua tahun kemudian, UPB ini berhasil memperluas penangkaran benih menjadi 131.5 ha dan meningkatkan produksi benih bersertifikat menjadi 460,26 ton.

Contoh keberhasilan lainnya Gapoktan Empat Sehati Mandiri di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Gapoktan ini merupakan penagkar benih padi sawah yang telah memulai sejakTahun 2006.  Melalui kegiatan DMB pada tahun 2015, gapoktan ini mengalami kemajuan pesat dalam pelaksanaan produksi benih bersertifikat.

Bahkan gapoktan ini kini telah bekerjasama dengan PT Sang Hyang Seri dan PT. Pertani yang berdampak terhadap kontiunitas pengadaa benih. Dalam penyaluran benih juga sudah bekerjasama dengan pedagang benih dari luar daerah.

Melalui kegiatan DMB diharapkan akan tumbuh kembang petani penangkar yang mampu menyediakan benih untuk memenuhi kebutuhan di wilayahnya masing-masing.

Di samping itu, mereka dapat melakukan kemitraan dengan produsen benih swasta maupun BUMN. "Satu hal yang paling penting ke depan adalah kemampuan pelaksana DMB untuk menjual produknya melalui pasar bebas (free market), sehingga tidak bergantung dengan program Pemerintah," pungkas Takdir.   

Reporter : Tiara
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018