Senin, 19 Agustus 2019


Gilir Giring, Cara Indramayu Distribusikan Air Saat Kemarau

18 Jun 2019, 06:39 WIBEditor : Gesha

Bupati Indramayu, Supendi melakukan gilir giring air untuk mendistribusikan saluran air saat musim kemarau | Sumber Foto:TABLOID SINAR TANI

Ancaman kekeringan dan gagal panen ini memang menjadi perhatian serius agar daerah lumbung padi nasional tersebut bisa terus menjadi andalan nasional untuk ketahanan pangan.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Indramayu --- Ancaman kekeringan dan gagal panen menghantui pertanian Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.  Sejumlah petani di kabupaten ini melakukan berbagai cara agar lahan pertanian mereka dapat terselamatkan.

Bupati Indramayu, Supendi tidak tinggal diam dengan kondisi pertanian yang tengah dialami para petani di kabupatennya.

Ancaman kekeringan dan gagal panen ini memang menjadi perhatian serius agar daerah lumbung padi nasional tersebut bisa terus menjadi andalan nasional untuk ketahanan pangan.

Salah satunya dengan mengeluarkan kebijakan pengelolaan gilir giring untuk distribusi air baku di saluran induk Cipelang terutama pada saluran induk barat untuk musim gadu (MT II) tahun 2019.

Kebijakan langkah 37 yakni 3 hari untuk BBT 14 ke hulu yang merupakan wilayah PSDA Cikedung, dan 7 hari BBT 14 ke hilir yang merupakan wilayah PSDA Losarang.

Untuk memastikan agar pola distribusi air benar-benar terlaksana dengan baik dan bisa nikmati oleh para petani, Supendi mendatangi saluran induk Cipelang yang berada di Desa Jatisura.

Dirinya menyusuri saluran air tersebut yang tembus ke Desa Amis, Cikedung, Rajasinga,  Plosokerep, Kendayakan,  Manggungan, Rancahan, dan lainnya.

Supendi menekankan untuk dilakukan pengaturan dengan sebaik mungkin. Pun untuk petani yang berada di wilayah Kecamatan Cikedung diharapkan bisa menggunakan air secukupnya, karena wilayah tersebut paling dekat dengan sumber air dan terlebih dahulu mendapatkan pasokan air.

“Saya berharap para petani yang berada di wilayah hulu tidak menggunakan pompa karena dapat mengurangi distribusi air,” tukasnya. Ia menegaskan, setelah kebijakan 37 selesai. 

Maka air dari Cipelang akan digelontorkan secara utuh hingga ke hilir.

Kebijakan tersebut disambut gembira oleh para kuwu dan petani yang telah menantikan mengalirnya air apalagi kebijakan tersebut dilakukan langsung oleh pimpinan daerahnya. 

"Berdasarkan pantauan langsung di lapangan,  memang air belum sampai ke hilir. Namun dengan kebijakan gilir giring ini diharapkan semuanya bisa terselamatkan. Para pengelola pengairan diharapkan bisa lihat kondisi langsung di lapangan dan sudah sampai mana air tersebut mengalir, jangan hanya menunggu di pintu air tapi harus lihat langsung,” ungkap Supendi

Reporter : Tiara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018