Senin, 19 Agustus 2019


Hadirnya Penangkar di Tuban, Petani Jagung Tak Perlu Bingung Cari Benih

25 Jun 2019, 18:02 WIBEditor : Gesha

Sebagai langkah awal, lahan seluas 1000 hektar di Tuban akan menjadi Pilot Project Pengembangan Kawasan Jagung Hibrida (Penangkaran Benih) Berbasis Korporasi Petani. | Sumber Foto:TABLOID SINAR TANI

Untuk memenuhi areal produktif jagung seluas 119 ribu ha di tahun 2019 ini diperlukan kebutuhan benih kurang lebih 1.785 ton.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Tuban --- Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) RI telah menunjuk Kabupaten Tuban sebagai salah satu Pilot Project Pengembangan Kawasan Jagung Hibrida (Penangkaran Benih) Berbasis Korporasi Petani Tahun 2019. 

Pilot project ini merupakan tindak lanjut dari Permentan No. 18 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani.

Peraturan Menteri Pertanian ini mengamanatkan agar percepatan pengembangan kawasan dilakukan melalui kegiatan percontohan.

“Kebutuhan benih jagung hibrida di Kabupaten Tuban sangat besar dan berpeluang potensinya untuk berkontribusi menyuplai industri pakan ternak di Provinsi Jawa Timur juga wilayah lain,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, Murtadji kepada tabloidsinartani.com.

Mutadji mencontohkan untuk memenuhi areal produktif jagung seluas 119 ribu ha di tahun 2019 ini diperlukan kebutuhan benih kurang lebih 1.785 ton. 

Sebagai langkah awal, lahan seluas 1000 hektar di Tuban akan menjadi Pilot Project Pengembangan Kawasan Jagung Hibrida (Penangkaran Benih) Berbasis Korporasi Petani.

Keberhasilan Pilot Project ini diharapkan akan diterapkan di beberapa kawasan lain untuk mereplikasi kegiatan perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi petani kedepan.

Karena itu, pilot project tersebut dilegalisasi melalui MoU atau nota kesepahaman Pilot Project Pengembangan Kawasan Jagung Hibrida (Penangkaran Benih) Berbasis Korporasi Petani Tahun 2019 di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban.

Acara ini dihadiri oleh Direktur Perbenihan, M. Takdir Mulyadi; Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Tuban, Murtadji; Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros M. Azrai; PT. Twinn Rukimin, SP sebagai peng-Opkup Calon Benih, beserta Pengawas Benih Tanaman (PBT) dan Petugas POPT Wilayah Kabupaten Tuban serta kelompok tani penerima bantuan.

Direktur Perbenihan, Takdir Mulyadi menyampaikan bahwa kegiatan percontohan bisa merangsang kelembagaan ekonomi petani agar mengelola bisnis usaha tani penangkaran benih jagung hibrida secara mandiri dan dapat meningkatkan produksi benih nasional secara berkelanjutan.

Tak hanya itu, tumbuhkembangnya pelaku usaha penangkaran benih jagung hibrida tidak lepas dari peran Pengawas Benih Tanaman (PBT) dalam melakukan pengawalan dan pendampingan program tersebut. Sehingga kinerja dan pengawalannya sangat diharapkan.

Pada kesempatan ini, dilakukan pula penandatanganan MoU kerjasama antara Kelompok tani Kecamatan Jatirogo, Tuban dengan Direktorat Perbenihan serta MoU kelompok tani Kecamatan Jatirogo, Tuban dengan PT. Twinn untuk komitmen pembelian calon benih jagung hibrida sesuai standar mutu.

Tahap pertama dilakukan percepatan tanam penangkaran benih jagung hibrida seluas 90 ha di Kecamatan Jatirogo dan secara bertahap seluas 500 ha di Kabupaten Tuban dengan varietas Penelitian dan Pengembangan Nasa 29 dan JH 27. 

Reporter : Retno Setianingsih/Catur Setiawan/TIA
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018