Jumat, 19 Juli 2019


Dari Pompanisasi Sampai Salibu Jadi Bentuk Antisipasi Petani Hadapi Kemarau

26 Jun 2019, 15:32 WIBEditor : Gesha

Metode Salibu jadi andalan petani Ngawi mengantisipasi kekeringan di tahun 2019 ini | Sumber Foto:TABLOID SINAR TANI

Khususnya petani yang lahan sawahnya ada fasilitas irigasi teknis (Ngawi bagian tengah,red) bisa memaksimalkan pertanamannnya. Sedangkan petani yang berada di lerang Gunung Lawu dan sekitarnya bisa tanam pada dengan memanfaatkan sumur pompa.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Ngawi --- Musim Kemarau jadi hal biasa bagi petani padi. Banyak bentuk antisipasi yang mereka lakukan. Mulai dari pompanisasi sampai sistem salibu digunakan agar bisa terhindar dari kerugian tanam.

Kabupaten Ngawi memang terkenal sebagai salah satu sentra padi di Jawa Timur. Memasuki kemarau, pemerintah daerah (Pemda) setempat sudah mengantisipasinya tahun ini.

Khususnya petani yang lahan sawahnya ada fasilitas irigasi teknis (Ngawi bagian tengah,red) bisa memaksimalkan pertanamannnya. Sedangkan petani yang berada di lerang Gunung Lawu dan sekitarnya bisa tanam pada dengan memanfaatkan sumur pompa.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi, Marsudi mengatakan, sebagian besar sawah di Ngawi ada fasilitas irigasi sehingga masih memungkinan tanam padi di musim kemarau (MK) tahun ini.

“Hanya saja, kami masih ada kendala karena waduk yang ada di Ngawi ini tak besar.  Apalagi sejak Ramadhan ketiga tahun ini sudah tak ada hujan. Jadi, kami prakirakan akan terjadi kemarau panjang nantinya,” papar Marsudi kepada tabloidsinartani.com

Seperti MK tahun-tahun sebelumnya, Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi sudah melakukan antisipasi agar petani tak gagal panen. Artinya, kalau memang daerahnya tak memungkinkan untuk ditanami padi (karena tak ada air,red) petani diimbau tak memaksakan untuk tanam padi.

“Kalau tak ada air kami harapkan petani jangan memaksakan untuk tanam padi. Bisa saja tanam palawija, seperti jagung,” ujarnya.

Marsudi juga mengatakan, untuk petani yang ada di lereng Gunung Lawu bisa melakukan penyesuaian pola tanam di MK tahun ini.  “Petani di lereng Gunung Lawu bisa saja tanam jagung atau tanaman lainnya yang tahan terhadap kekeringan,” kata Marsudi.

Menurut Marsudi, untuk sejumlah kecamatan yang masih ada sumber airnya tapi tak banyak bisa saja tetap tanam padi, dengan bantuan sumur pompa.

Benih padi yang ditanam pun menggunakan varietas padi berumur genjah dan tahan kekeringan, seperti Inpari 38, Situpatenggang, Situbagendit dan varietas lokal lainnya yang tahan kekeringan.

Salibu

Hal yang yang hampir sama juga diungkapkan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Mandiri Sukar daei Kab Sukoharjo.

Menurut Sukar, untuk menghadapi musim kemarau tahun ini petani dimohon mengelola sistem pola tanam yang tepat sesuai kondisi daerah masing-masing.

“Kebetulan lahan sawah petani di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kab. Sukoharjo Jawa Tengah (Jateng), sudah ada fasilitas irigasi dan hanya sebagian yang tak mendapat aliran irigasi dari Waduk Gajah Mungkur. Sehingga di musim kemarau tahun ini sebagian besar masih bisa tanam padi,” papar Sukar.

Meski sebagian masih bisa tanam padi,  petani diharapkan menggunakan  bibit padi yang tahan kekeringan. Sebab, musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang dibanding tahun sebelumnya.

“ Karena itu kami meminta kepada petani anggota Gapoktan supaya memanfaatkan sumur pompa apabila air irigasi dari Waduk Gajah Mungkur sudah tak memungkinkan. Kami perkirakan lahan yang harus memanfaatkan sumur pompa di sini sekitar 50 ha,” papar Sukar.

Sukar juga menjelaskan, apabila lahan sawahnya masih cukup air, petani bisa melakukan pola tanam dengan sistem salin ibu (Salibu). Petani yang memanfaatkan pola tanam Salibu di MK tahun ini sekitar 0,5 ha.

"Meskipun  petani di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari pada MK tahun ini sebagian besar masih bisa tanam padi, petani yang tergabung dalam Gapoktan Tani Mandiri diharapkan mengantisipasi terjadinya lonjakan harga gabah dan  beras pada Desember-Januari nanti,” pungkas Sukar.

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018