Sabtu, 17 Agustus 2019


Keren, Jakarta Punya Sawah Abadi di Cakung!

12 Jul 2019, 09:25 WIBEditor : Gesha

Poktan di Ujung Menteng yang mengelola lahan sawah abadi | Sumber Foto:BPTP Jakarta

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Apa yang ada dibenak kita ketika membanyangkan Jakarta? Tentu saja kota yang padat dan penuh dengan gedung-gedung pencakar langit. Eits…pasti kalian gak nyangka, ternyata Jakarta punya lahan sawah abadi, loh…

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Darjamuni menceritakan bahwa di Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur, Jakarta mempunyai lahan sawah abadi seluas 5 hektar.

“Walaupun lahan pertanian di Jakarta sudah tidak ada, kita punya lahan sawah abdi di Ujung Menteng. Tetapi lahan tersebut bukan untuk memproduksi beras, melainkan untuk penelitian. Jadi misalnya Kementerian Pertanian (Kementan) mengeluarkan varietas padi baru, nah kita coba ditanam di lahan tersebut,” terangnya.

Memang tidak ditanam secara masal, tetapi setidaknya masyarakat Jakarta tahu bagaimana hasil dari varietas terbaru Kementan. Kedepannya tentu saja sebagai ajang untuk mendapatkan informasi teknologi dan kalau memungkinkan dapat dikembangkan sepetak atau dua petak.  “Memang kita tidak bisa memproduksinya, tetapi setidaknya kita tahu bagaimana proses produksinya,” ungkap Darjamuni.

Sawah abadi itu membentang dari Ujung Menteng hingga memasuki wilayah Tambun Selatan dan Tambun Rengas. Dan diperuntukkan bukan untuk memasok beras, tapi untuk ketersediaan benih dan konsumsi masyarakat setempat.

Kebun Bibit

Bukan hanya lahan sawah abadi saja yang dimiliki Jakarta, Dinas KPKP pun mempunyai 14 kebun bibit yang tersebar di wilayah Jakarta. Bahkan di Kamal, Jakarta Utara, mempunyai kebun untuk buah naga. “Ya kebun bibit ini ada di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Di Kepulauan Seribu kita punya, tepatnya diPulai Tidung Kecil, tetapi masih sebatas kebun percobaan, belum menjadi kebun bibit,” terang Darjamuni.

Selain itu, ada kebun untuk buah-buahan langka asal Jakarta. Misalnya saja di Condet, Jakarta Timur terdapat kebun duku dan salak condet seluas 3,3 hektar. Serta di bawah Dinas Kehutanan DKI Jakarta, di Ujung Menteng terdapat kebun untuk tanaman buah-buahan langka asal Jakarta.

Di luar Jakarta pun Jakarta punya kebun percobaan, yakni di Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten. Dari keterangan Darjamuni, di lahan tersebut pernah ditanami jagung, cabai, pepaya kalifornia, bawang merah dan masih banyak lainnya. “Di lahan tersebut kita pernah panen jagung hingga 15 ton. Dan akhir Juli ini akan panen cabai kurang lebih sekitar 5 ton,” jelasnya.

Walaupun lahan-lahan pertanian di Jakarta tidak terlalu luas, setidaknya kontribusi Jakarta ke sektor pertanian cukup nyata. Melakukan percobaan-percobaan varietas terbaru dari Kementan, hingga menjadi kebun bibit untuk mensukseskan program ‘Menghijaukan Jakarta’.

“Kita bukan produksi yang dikejar, melainkan ini untuk menjadikan udara di Jakarta jauh lebih baik. Kalau melihat hijau-hijaukan segalan akan lebih sehat dari mulai pikiran, tindakan hingga lingkungan,” pungkas Darjamuni.

Reporter : Clara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018