
Meskipun kemarau, Kota Bogor ternyata masih mampu panen
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Dikenal sebagai Kota Hujan, nyatanya Kota Bogor sudah lama tidak mengalami hujan sejak 1 bulan terakhir. Meskipun begitu, pertanian Bogor masih mampu menghasilkan padi seluas 10 hektar dengan produktivitas yang cukup baik.
"Hari ini panen 7 hektar padi non organik dan 3 hektar padi organik," ungkap Ketua Kelompok Tani Lemah Dulur, Mulyaharja, Aning, Kamis (25/7). Dirinya mengakui petani masih bisa melakukan panen meskipun kemarau, lantaran pasokan air irigasi yang mengalir masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sawah mereka.
Kepala Dinas Pertanian Kota Bogor, Irwan mengatakan petani Mulyaharja masih bisa panen raya disaat kemarau karena irigasi yang berfungsi dengan baik. Bahkan petani saling gotong royong untuk tetap menjaga saluran irigasi.
Lebih lanjut Irwann menuturkan hasil panen raya ini dijual oleh para petani dalam bentuk beras bukan dalam bentuk gabah agar penghasilan yang didapat lebih tinggi.
"Kalau jual gabah nilainya per kilogram Rp3.000, tapi kalau beras Rp25.000. Jadi petani (untuk menjual beras) mesti ngolah lagi. Tapi petani untuk mengolah itu butuh modal dan pemerintah siap fasilitasi agar tidak lagi menjual gabah tapi beras," kata Irwan.
Namun pendapatan KTD Lemah Duhur dipastikan meningkat lantaran petaninya mampu menghasilkan padi organik dan harganya jauh lebih menguntungkan. Padi organik yang dipanen tiap bulannnya bisa menghasilkan Rp 3.200.000. Sementara padi biasa hanya Rp 1.000.000 tiap bulannya.
Kampung Eduwisata
Kampung Ciharashas RT 05/01 Kelurahan Mulyaharja, Bogor Selatan, Kota Bogor memang memiliki potensi luar biasa dalam hal pertanian organiknya. Bahkan dirancang menjadi kampung tematik dan mengusung tema agro eduwisata organik.
Kampung Ciharashas ini sebelumnya sempat mengikuti lomba inovasi kampung tematik yang diselenggarakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor tahun 2017 lalu. Tim dari berbagai stakeholder pun dibentuk untuk menyukseskan kampung tematik ini kedepannya.
Distani sebagai pemimpin sektor memberikan fasilitas KTD Lemah Dulur untuk mengembangkan pertanian organik, yakni padi organik. Hasil dari kerja sama ini menghasilkan sebuah penghargaan, yakni pengakuan dari Lembaga Sertifikasi Organik dan memenangkan lomba inovasi kampung tematik.
Dengan demikian, kampung Ciharashas bisa menarik perhatian masyarakat lain untuk datang berkunjung dan berwisata, terutama dari kunjungan anak-anak sekolah. Di kampung tematik agro edu wisata organik ini, anak-anak sekolah yang berkunjung akan diajarkan tata cara mengolah tanah, menyemai bibit, panen, dan lainnya.
Bagi pihak sekolah ataupun wisatawan lain yang akan mengadakan kunjungan dalam waktu beberapa hari, akan disediakan tempat menginap oleh pihak RT/RW dirumah warga dengan ketentuan (biaya makan dan inap) yang sudah disepakati sebelumnya.