Sabtu, 14 Desember 2019


Meskipun Kemarau, Produksi Padi Mamuju Mampu Maksimal

09 Agu 2019, 15:48 WIBEditor : Gesha

Panen padi di Mamuju memperoleh hasil yang baik meskipun kemarau | Sumber Foto:HUMAS BALITBANGTAN

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Mamuju --- Di tengah kondisi kemarau yang memukul petani Indonesia, ternyata beberapa daerah kini tengah mengalami panen. Bahkan produksi panennya pun masih maksimal.

Hal tersebut terlihat saat Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan), Fadjry Djufry panen padi di Desa Sinyonyoi Selatan, Kecamatan Kaluku, Kabupaten Mamuju, pada Kamis (08/08). Hadir pula pada acara panen tersebut, Koordinator BPP Kecamatan Kaluku (Subhan, STP), Babinsa Koramil Kaluku 1418-4/Kaluku, Ketua GP3A serta Petani setempat.

Panen padi yang dilakukan Kapuslitbangtan didampingi oleh Kepala BPTP Sulawesi Barat kali ini, merupakan salah satu strategi yang dilakukan guna meningkatkan luas tambah tanam (LTT) pada program Upaya Khusus (UPSUS) di Kabupaten Mamuju.  Panen padi dilakukan pada luasan 20 ha dari hamparan keseluruhan 240 ha, dengan menggunakan alat panen combine harvester bantuan pemerintah yang dikelola Brigade Alsintan dengan sistem pinjam kepada kelompok tani.

Adapun varietas padi yang dipanen adalah varietas Ciliwung, Mekongga, Ciherang dan Inpari 37 Lanrang dengan produktivitas mencapai 5,2-7.0 ton/ ha GKP. Saat panen harga penjualan gabah ditingkat petani cukup baik yaitu sebesar Rp 4.300/kg GKP.

Salah satu Babinsa yang menjadi pendamping di wilayah tersebut, menyampaikan bahwa kendala petani musim tanam ini adalah adanya serangan hama tikus, tungro serta beberapa lahan sawah yang mengalami kekeringan.

Selanjutnya untuk mengatasi permasalahan tersebut, Kepala Puslitbangtan Dr. Ir. Haris Sahbudin, DEA selaku Penanggung Jawab UPSUS di Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan agar tanam padi selanjutnya petani menggunakan varietas unggul baru yang toleran terhadap kekeringan. "Untuk lahan yang terdampak kekeringan segera diantisipasi dengan melakukan pompanisasi dari sumber-sumber air yang tersedia dan diatur secara bijaksana sesuai kebutuhan” ujar Haris.

Reporter : Kontributor
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018