Minggu, 18 Agustus 2019


Giatkan Upsus, Jadikan Kalbar Lumbung Beras Kalimantan

09 Agu 2019, 17:26 WIBEditor : Gesha

Kalimantan Barat menargetkan menjadi lumbung beras di Kalimantan dengan memperkuat UPSUS | Sumber Foto:PRABU

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Pontianak --- Pemerintah hingga tahun 2019 ini masih terus meningkatkan upaya khusus (Upsus) pangan. Tak terkecuali dengan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) untuk menjadi lumbung beras Pulau Kalimantan.

"Saya maunya Kalbar ini menjadi lumbung pangan. Karena ke depan siapa yang menguasai pangan itulah yang menang. SK kan tanah-tanah pertanian agar tidak bisa dialihkan menjadi lahan lain," tegas Gubernur Kalbar, Sutarmidji  di depan peseerta koordinasi Upaya khusus padi, jagung, kedelai (Upsus Pajale) di Pontianak, Jumat (9/8).

Mendengar langsung semangat dan optimisme dari Gubernur Kalbar tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi menyambut baik harapan dan arahan Gubernur Kalbar dan mengingatkan kepada seluruh peserta UPSUS untuk  jangka pendek Kalbar untuk mandiri pangan sehingga harus dilaksanakan oleh semua pihak.

“Kami dari pusat akan support habis-habisan. Kalau kata anak jaman sekarang, support full," ujar Prof Dedi. Hal tersebut diungkapkannya mengingat pelaksana dan pengelola ada di Provinsi dan Kabupaten karena sejak otonomi daerah seluruh pengelolaan pemerintah pindah ke kabupaten dan kota.

Prof Dedi menuturkan selama ini jika memang sudah waktunya bertanam, tersedia benih dan sumber air maka secara sukarela petani akan bertanam. Namun dengan adanya Dinas Pertanian Kota, Provinsi dan dukungan dari Kementan maka produksi beras bukan hanya bisnis biasa. "Tapi juga harus ada upaya khusus luar biasa, upaya besar-besaran, upaya yang radikal untuk lebih meningkatkan apa yang dilakukan petani. Karena itu kita harus berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan produktivitas pangan Kalbar," tuturnya.

Karenanya, Upsus juga harus memastikan bantuan pusat betul-betul dimanfaatkan petani karena itu indikatornya Luas Tambah Tanam (LTT)."Karena yang jelas terukur tiap hari bisa dilaporkan beda dengan panen. Dan panen pun tergantung LTT," jelasnya.

 

Reporter : Kontributor
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018