Minggu, 18 Agustus 2019


Serangan Hama Wereng di Kabupaten Aceh Besar, Masih Dibawah Ambang Batas Normal

12 Agu 2019, 07:23 WIBEditor : Gesha

Kepala BPTP Aceh, Ferizal menunjukkan pertanaman padi IP 300 yang telah memasuki fase generatif, atau menjelang panen | Sumber Foto:HUMAS LITBANG

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Besar -- Selama seminggu terakhir, diberitakan beberapa lahan pilot project IP 300 terkena serangan hama wereng yang dikhawatirkan menyebabkan gagal panen. 

Dari hasil pemantauan Kepala BPTP Aceh M. Ferizal pada Sabtu (10/8) dilaporkan   bahwa   tidak  terjadi  serangan   wereng   yang dapat mengakibatkan   gagal  panen   seperti   yang   diberitakan   beberapa   media online.

“Kami telah mengamati langsung pertanaman Inpari 32 HDB dan Inpari 42 di lokasi demplot seluas 5 hektar, dan kondisi pertanaman saat ini normal,” terang Ferizal. 

Diakuinya   ada   serangan   hama   tikus,   wereng dan  burung   tetapi   masih dibawah ambang batas aman. Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa kondisi cuaca  yang  terlalu   panas   tentu  berpengaruh terhadap tingkat  produksi, namun itu hal biasa terjadi di wilayah tersebut di saat musim gadu.

“Akibat kondisi cuaca panas terlalu tinggi ada kurang lebih 0,3 ha (6%) yang mengalami kehampaan   karena pada   saat   fase   pengisian bulir, sehingga hasil panen berkurang di area ini dengan   beberapa kendala lapangan tersebut.  Diperkirakan   saat   panen  yang akan dilaksanakan pertengahan bulan ini, petani yang mengelola lahan demplot lainnya masih bisa panen dengan estimasi hasil paling tidak 60-80 % atau sekitar 5 t/ha,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah   Aceh   melalui   Dinas Pertanian   Tanaman   Pangan   dan Perkebunan   Aceh pada   tahun   2019   melaksanakan   pilot   project penanaman padi indeks pertanaman (IP) 300  seluas 500 hektar di dua Kecamatan yaitu; Kecamatan Indrapuri dan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar.  

Masih di kecamatan yang sama yakni di desa Anuek Glee, Kec. Indrapuri, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh juga melakukan demonstrasi plot seluas lima hektar dengan menanam varietas unggul padi Inpari 32 HDB dan Inpari 42 sebagai percontohan.

Pencanangan   tanam   perdana   pilot   project   IP 300  telah dilakukan   oleh   Plt Gubernur NAD Nova Iriansyah dan Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Kementerian Pertanian Dedi Nurayamsi  pada April 2019.

Reporter : SHR
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018