Sabtu, 07 Desember 2019


Pangan Lokal Sumber Diversifikasi Pangan Nasional

12 Agu 2019, 19:05 WIBEditor : Gesha

Pangan Lokal terus didorong untuk menjadi sumber diversifikasi pangan nasional | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Indonesia  kaya akan sumber pangan lokal seperti,  ubi kayu, jagung dan sagu. Pangan lokal tersebut apabila diolah menjadi tepung bisa dimanfaatkan sebagai diversifikasi pangan nasional. Bahkan, pangan lokal sumber karbohidrat  tersebut tak kalah dengan gandum, bernilai gizi tinggi, dan bisa dijadikan aneka olahan pangan.

Diantara pangan lokal yang sudah familiar dijadikan bahan olahan pangan itu adalah ubi kayu (singkong), jagung dan sagu. Ketiga komoditas ini setelah diolah menjadi tepung, punya keunggulan tersendiri  sebagai bahan pangan sehat. Contohnya, tepung sagu  terbukti indeks glikemik (IG)-nya rendah, tak mengandung gluten. Bahkan, tepung sagu bisa dimanfaatkan untuk mencegah sembelit dan risiko kanker usus. 

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Agung Hendriadi mengungkapkan, selain kaya manfaat, pangan lokal seperti ubi kayu, sagu dan jagung bisa dikembangkan di masyarakat dan diolah menjadi tepung sebagai bahan intermediate (antara, red) untuk memproduksi bahan baku industri pangan seperti mie. “Kita sudah kembangkan ketiga komoditas ini sebagai diversifikasi pangan nasional,” ujar Agung kepada tabloidsinartani.com

Agung juga mengatakan,  ubi kayu juga punya IG rendah. Sehingga, olahan tepung ubi kayu sangat cocok untuk penderita diabetes. Tepung ubi kayu juga rendah lemak jika dibanding dengan sereal atau kacang-kacangan. Sedangkan tepung jagung juga sangat bermanfaat untuk kesehatan yakni mencegah sembelit, IG rendah, dan sangat cocok dikonsumsi penderita diabetes.

Menurut Agung, tepung ubi kayu (singkong) selama ini sudah dimanfaatkan sejumlah industri pangan sebagai pengganti tepung terigu. Diantaranya, untuk substitusi roti-rotian sebesar 10%-20%, mie basah dan mie instan 10%-30%. Kemudian sebagai substitusi cookies sebanyak 75%-100%, cake 50?n lapis legit 75%-100%.

Tepung  singkong juga sudah banyak dimanfaatkan industri olahan rumah sebagai bahan baku produk pangan kering seperti biskuit dan pangan basah (berbagai kudapan atau snack). Kudapan tersebut banyak dijajakan di sejumlah pasar tradisional atau pasar modern di pelosok tanah air dan kota-kota besar.

Ketua Komtap Ketahanan Pangan Kadin Indonesia, Franciscus Welirang  mengungkapkan, bahan pangan lokal seperti sagu, jagung dan singkong bisa diolah menjadi tepung kering yang siap saji. Tepung  lokal ini selanjutnya bisa menjadi bahan intermediate  industri pangan nasional. Artinya, tepung lokal ini punya potensi besar sebagai bahan baku industri pangan nasional.

“Tepung lokal ini sangat tepat dijadikan bahan baku industri  pangan nasional bernilai tambah , dengan brand tertentu (sehat,red). Seperti bahan baku pangan pencegah sembelit, kanker usus, mencegah diabetes dan kolesterol,” kata Franciscus.

Pengganti Terigu

Dalam kesempatan yang sama Kepala BB Pasca Panen, Balitbangtan, Prayudi Syamsuri mengatakan, tepung lokal dapat mensubstitusi terigu. Tepung lokal dari bahan baku ubi kayu, sagu, dan jagung bisa dijadikan campuran bahan baku industri pangan lokal. 

“Kalau substitusinya sebanyak 10% , akan menghemat devisa negara sebesar Rp 2,4 triliun. Bahkan, kalau substitusinya 20%, hemat devisa negara Rp 4,8 triliun,” kata Prayudi.

“Kita juga sudah menyiapkan teknologi hingga pasca panennya. Jadi, tepung lokal ini sudah dikembangkan di masyarakat,” ujarnya.

Diantara teknologi tersebut adalah teknologi  pembuatan tepung pregel ubi kayu (tepung kasava pre-gel). Nah, tepung ubi kayu pre-gel merupakan inovasi terkini di bidang teknologi penepungan. Prosesnya melalui pengeringan pada suhu (sekitar 70-800 Celcius) dengan kadar air terbatas. Pengering berlangsung cepat, sehingga tepung ini cocok untuk olahan aneka roti, mie, batter dll.

Keunggulan tepung kasava pre-gel adalah ramah lingkungan, tak menggunakan bahan kimia, material biologis maupun jasad renik. Tepung ini diproses dari ubi kayu manis dan ubi kayu segar. Prosesnya juga efisien dan hemat. Warna tepungnya putih atau putih kekuningan dan teksturnya sangat halus. 

Kini, diversifikasi tepung lokal sebagai bahan baku industri pangan terus berkembang. Bahkan, seiring menjamurnya bisnis kuliner, penggunaan tepung lokal sebagai bahan baku industri pangan semakin meluas. 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018