Sabtu, 07 Desember 2019


Sertifikasi, Jaminan terhadap Mutu Benih

26 Agu 2019, 17:08 WIBEditor : Yulianto

Benih lokal | Sumber Foto:Julian

Benih padi dapat dikomersilkan atau diperdagangkan dengan adanya label yang berisi mutu benih dan sudah memenuhi persyaratan teknis

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--Sertifikasi benih menjadi syarat mutlak yang ditetapkan pemerintah terhadap peredaran benih. Dengan adanya sertifikasi menjadikan benih tersebut layak untuk diedarkan ke masyarakat, khususnya petani.

Kepala Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, Warjito mengatakan, untuk pendaftaran pelepasan varietas ada prosedur dan syaratnya, sehingga benih bersertifikat dan berlabel itu diyakini benih unggul bermutu. Salah satu kriterianya benih harus tahan terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

“Benih padi dapat dikomersilkan atau diperdagangkan dengan adanya label yang berisi mutu benih dan  sudah memenuhi persyaratan teknis. Misalnya, persyaratan teknis untuk benih padi inbrida, persyaratan teknis untuk benih padi hibrida, persyaratan teknis untuk benih varietas lokal,” tuturnya.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No. 991/HK.150/C/05/2018 tentang Petunjuk Teknis Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, untuk komoditas padi dikategorikan menjadi dua. Pertama, kategori Benih Bina adalah benih padi dari varietas unggul yang telah dilepas, produksinya dan peredarannya pun diawasi. Contohnya ciherang, mekongga dan inpari dan benih padi hibrida. Kedua, kategori Benih Padi Varietas Lokal adalah varietas tanaman yang telah  beradaptasi dan berkembang pada lokasi yang sama.

Warjito mengatakan, sertifikasi benih padi diselenggarakan UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) atas permohonan yang diajukan produsen benih yang telah terdaftar atau memperoleh rekomendasi sebagai produsen benih dan belum menerapkan  sistem manajemen mutu.

Sertifikasi juga bisa diselenggarakan produsen benih padi yang sudah  mendapatkan sertifikat sistem manajemen mutu dari Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (LSSM) yang terakreditasi Lembaga Akreditasi Nasional (LAN) sesuai ruang lingkup di bidang perbenihan.

Sementara itu Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, Chendy Tafakresnanto menyarankan, agar masyarakat atau kelompok tani mau mendaftarkan varietas benih padi lokal yang dikembangkannya ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perijinan Pertanian (PVTPP).  Sebab, sertifikasi tersebut juga bertujuan untuk perlindungan petani dari hama, penyakit dan OPT lainnya.

Pastinya, setelah varietas benih padi lokal itu didaftarkan, varietas benih padi tersebut selanjutnya akan ditelusuri lagi asal-usulnya,  agronominya dan morfologinya. “Setelah dilakukan uji coba di sejumlah daerah dan lolos menjadi varietas benih padi nasional, bisa diedarkan secara resmi (boleh diperjual belikan) ke masyarakat,” kata Chendy.

 

Jemput Bola

Namun Chendy mengakui, jika petani yang mendaftarkan varietas benih padi  lokal sepertinya agak sulit. Mengingat, petani atau kelompok petani umumnya pragmatis. Artinya,  mereka hanya ingin menanam padi dengan mudah dengan produktivitas tinggi.

Sebab menurutnya, yang memungkinkan mendaftarkan varietas benih padi lokal ke PVTPP umumnya perusahaan besar yang memang melakukan bisnis perbenihan. Karena itu, agar petani terus bisa berkreasi dan melakukan budidaya dengan baik, pemerintah sebaiknya “jemput bola” untuk mendaftarkan  benih lokal tersebut supaya bersertifikat.

Karena itu Chendy menghimbau petani atau kelompok tani sebaiknya dengan rela mendaftarkan  benih lokal yang sudah turun-temurun dikembangkan.  Sebab, petani atau kelompok tani yang mendaftarkan benih lokal (temuannya,red) ke PVTPP  tak dipungut biaya.

“Memang,  banyak  varietas  benih (padi) lokal yang unggul di sejumlah daerah. Sehingga, pemerintah daerah (bupati/kepala daerah) bisa mengajukannya atau mendaftarkannya ke pusat PVTPP supaya mendapat sertifikat,” papar Chendy.

Chendy pun mengakui, di sejumlah daerah memang banyak benih lokal yang produktivitasnya tinggi. Seperti di Blitar, Jawa Timur ada varietas benih padi lokal yang produktivitasnya 12-14 ton/ha. Namun benih padi lokal tersebut sudah didaftarkan oleh Bupati Blitar ke PVTPP sehingga boleh dijualbelikan. ***

Reporter : Tiara/Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018