Sunday, 09 May 2021


Pelatihan Hidroponik Virtual : Rooftop Mini Hidroponik

20 Feb 2021, 11:26 WIBEditor : Gesha

PELATIHAN HIDROPONIK VIRTUAL 1 | Sumber Foto:SINAR TANI

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Hidroponik kini menjadi gaya hidup terbaru masyarakat Indonesia. Banyak yang memanfaatkan pekarangan dan rooftop untuk lokasi berhidroponik. Tapi perlu tips dan trik yang harus dipahami pelaku hidroponik agar hasil hidroponiknya memuaskan bahkan irit listrik.

Melihat minat masyarakat yang menginginkan pelatihan hidroponik secara virtual, TABLOID SINAR TANI mengawalinya dengan Pelatihan Hidroponik Virtual bersama Plant Nutrition Hidroponics asal Yogyakarta,  Dr. Ir. Ani Andayani, M.Agr, Sabtu (20/02). Ani membahas bagaimana membuat rooftop mini hidroponik yang irit listrik, pemberian nutrien hingga tips dan trik untuk hidroponik bagi pemula.

Menurut Hidroponic Specialist, Dr. Ir. Ani Andayani, M.Agr, menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat untuk memahami basis berhidroponik secara benar hingga bisa panen dengan hasil kualitas primameskipun hanya melalui praktek empirik yang sangat sederhana.

Ada beberapa hal yang masyarakat perlu ketahui dalam berhidroponik. Pertama, bahwa nutrisi hidroponik itu tidak identik dengan AB mix. Kedua, hidroponik itu juga tidak selalu mahal karena menggunakan energi listrik besar. Ketiga, hidroponik itu tidak hanya bisa dilakukan para ahli, tapi ibu ibu di rumah juga bisa.

"Saya membuat green house sederhana ukuran 5x7 meter dengan menggunakan rangka besi, atap memakai shading paranet dan bentuk atap kubah agar tidak menggenang jika hujan," ungkapnya. Ani sendiri menggunakan metode Deep Flow Technique (DFT) yaitu sistem tanam dalam hidroponik yang menggunakan genangan pada instalasi dan menggunakan sirkulasi dengan aliran pelan. Menurutnya, dengan sistem DFT, tanaman leafy (berdaun) hingga tanaman buah yang berumur panjang seperti cabai, tomat dan melon juga bisa.

Menariknya, dalam pemberian nutrient, dirinya menggunakan sistem gaya gravitasi yaitu membuat tangki nutrisi yang bertingkat dan dialirkan langsung ke media pertanaman. "Paling penting adalah penggunaan aerator untuk sistem DFT. Karena perlu supply oksigen untuk akar tanaman. Watt nya sangat kecil yaitu 20 watt untuk 3 bedengan," ungkapnya. 

Terkait nutrisi, Ani menuturkan pelaku hidroponik bisa meracik sendiri nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Bahan bahan untuk membuat nutrisi dan elemen-elemennya menurut Ani Andayani di Indonesia   sudah bisa diperoleh di dalam negeri. Untuk Kalsium Nitrat ada beberapa jenis. Demikian juga ada beberapa jenis KNO3 dan lain lain. “Itu bisa diracik sendiri dan jauh lebih murah daripada kita beli instan,” jelasnya alumni IPB Bogor ini.

Media tanamnya dengan menggunakan bahan yang sangat sederhana, dibuat sendiri dengan menggunakan sponge atau busa. Busa atau spon dibuka, digunting kemduian benihnya  disisipkan, dan sponnya dilekatkan kembali.

Peralatan lainnya yang diperlukan dalam urban farming ini adalah baki yang diisi air dan baki yang diisi nutrisi. “Benih tersebut cukup disemai di baki berisi air saja. Kalau sudah dipindahkan ke bedengan baru diberi nutrisi.

Link Materi bisa didapatkan di : https://docs.google.com/uc?export=download&id=13K3CHNa2dcZbkXPFuEBb9u4kKI-Kav45

Link e-sertifikat : https://drive.google.com/drive/folders/1_Pt5LTPCph9w_jsQPmLY4oM1fMch7x3S?usp=sharing

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018