Thursday, 17 June 2021


TUTORIAL SIMLUHTAN V.2 ANDROID

07 Apr 2021, 09:35 WIBEditor : Gesha

SIMLUHTAN Versi 2 Android | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Sejalan dengan perkembangan Revolusi Industri 4.O berbasis teknologi dan informasi, Pusat Penyuluhan Pertanian mengembangkan Sistem Imformasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) sebagai sistem data,materi dan informasi penyuluhan berbasis teknologi. Kini SIMLUHTAN mampu diakses dengan lebih mudah melalui smartphone android penyuluh dengan adanya versi 2 yang kian disempurnakan. 

"SIMLUHTAN bertujuan mempermudah penyuluh pertanian, petani dan masyarakat mengakses data, materi, dan informasi pertanian yang dapat dilakukan hingga ke pelosok wilayah," ungkap Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Leli Nuryati kepada tabloidsinartani.com. 

Kini, SIMLUHTAN semakin disempurnakan dengan adanya versi android sehingga penyuluh maupun stakeholder lainnya dapat mudah menginput maupun mengakses data SIMLUHTAN yang dibutuhkan hanya dari smartphone saja. 

Berikut ini tutorial SIMLUHTAN Versi 2 Android 

Big Data Pertanian 

SIMLUHTAN juga digunakan sebagai big data Pertanian, yang salah satu fungsinya akan mempermudah dan meningkatkan efektifitas program program kementerian agar tepat sasaran. SIMLUHTAN berisikan data Kelembagaan Penyuluhan, Ketenagaan Penyuluhan dan Kelembagaan Petani. Diharapkan database SIMLUHTAN ini dapat menjadi dasar merealisasikan program Kementerian Pertanian.

"Penyuluh pertanian dengan sigap menyampaikan informasi dan mengumpulkan data petani di lapangan, pihak BPP selaku pengelola data dan penginput data di tingkat Kecamatan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan selaku pengelola Kabupaten, Dinas Pertanian Provinsi selaku pengelola Provinsi serta pengelola pusat dan administrator level Pusat 1 dan Pusat 2," bebernya.

Dengan adanya program ini maka seluruh kelompok tani baik yang sudah lama terbentuk ataupun yang baru terbentuk diharuskan mengumpulkan data berupa : nama sesuai KTP, No NIK, nama ibu kandung, Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), komoditas dan luasan komoditas yang diusahakan, luas lahan yang diusahakan serta total luas lahan yang dimiliki. Data-data tersebut dikumpulkan kepada penyuluh pertanian di desa masing-masing yang selanjutnya akan diserahkan oleh penyuluh pertanian ke Balai Penyuluh Pertanian (BPP) untuk pengolahan data dan penginputan data.

Setelah data diolah dan diinput maka pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat menilai layak atau tidak layak kelompok tersebut mengajukan dan mendapatkan bantuan, dapat melihat dan menilai bentuk bantuan yang di perlukan serta dapat memastikan bantuan itu tepat sasaran dan tepat jumlah. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan kembali bahwa SIMLUHTAN merupakan acuan penetapan target dan alokasi program pertanian dan menghitung penyediaan pangan nasional, juga menjadi dasar audit semua sistem yang memberikan bantuan sarana dan prasarana sektor pertanian.

Karenanya, Dedi meminta agar penyuluh rutin mengunggah data petani ke SIMLUHTAN yang kini dilengkapi Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai acuan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK).

 

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018