Thursday, 18 August 2022


Alsintan Dorong Transformasi Pertanian Tradisional ke Modern  

27 Jul 2022, 15:46 WIBEditor : Yulianto

Webinar Dukungan Alsintan dalam Modernisasi Pertanian | Sumber Foto:Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kementerian Pertanian terus mendorong pemanfaatan alat mesin pertanian (alsintan). Dengan alsintan diharapkan terjadi transformasi pertanian tradisional ke modern.

Dirjen Perkebunan, Andi Nur Alam Syah saat webinar Dukungan Alsintan dalam Modernisasi Pertanian yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani di Jakarta, Rabu (27/7) mengatakan, kian terbatasnya anggaran, pemerintah mengajak petani memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) alsintan.

Data menyebutkan, jika Tahun 2015 anggaran pengadaan alsintan mencapai Rp 3,5 triliun, namun Tahun 2022 hanya sekitar Rp 300-400 miliar. “Ke depan memang petani/pekebun tidak lagi tergantung dengan pola bantuan pemerintah, termasuk dalam pengadaan alsintan,” kata mantan Direktur Alsintan tersebut.

Namun untuk membantu penyerapan KUR, kini pemerintah sedang menggodok relaksasi KUR. Jika sebelumnya bunganya sebesar 6 persen, maka diusulkan turun menjadi 1 atau 3 persen. Begitu juga uang muka pinjaman, diharapkan akan turun dari 30 menjadi 20 persen.

Soal plafon KUR menurut Andi Nur Alam, juga tengah diusulkan bisa naik menjadi Rp 2 miliar. Dengan nilai kredit yang lebih besar, petani atau pekebun bisa mengadakan unit alsintan besar, seperti ekskavator. “Kita terus dorong, semoga minggu ini ada keputusan. Apalagi sudah dibahas dalam rapat terbatas di Sekretariat Kabinet,” ujarnya.

Selain mendorong pengadaan alsintan melalui KUR, Andi Nur Alam mengatakan, program pemerintah lainnya adalah Taksi Alsintan. Seperti program untuk petani tanaman pangan, ke depan pihaknya juga akan mengembangkan program Taksi Alsintan untuk pekebun (Alsintanbun). “Beberapa penyedia alsintan kami harapkan bisa ikut dalam program yang akan dilaunching tahun ini,” ujarnya.

Andi Nur Alam berharap dengan transformasi perkebunan dari tradisional ke modern pada tahun 2024 akan ada peningkatan produktivitas menjadi 7 persen, ekspor naik 300 persen dan penyerapan tenaga kerja menjadi 5 persen. Pada akhirnya akan ada peningkatan kesejahteraan petani. “Karena itu bagaimana kita mentranformasikan pertanian, termasuk perkebunan dari tradisional menjadi modern,” katanya.

Sementara itu Plt. Direktur Alsintan, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Rahmanto mengatakan, peran alsintan sangat dominan untuk menurunkan biaya produksi hingga efisiensi usaha tani. Karena itu tidak salah alsintan berperan penting dalam mendukung pertanian maju, modern dan mandiri.

“Sekarang ini bagaimana kita menguatkan kelembagaan UPJA dan fasilitasi Taksi Alsintan agar alsintan makin banyak di lapangan dan optimalisasi alsintan tingkat petani,” katanya.

Menurutnya, beberapa urgensi peningkatan penyediaan alsintan. Pertama, adanya efisiensi biaya, memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing pertanian. Kedua, ketersediaan dan level  mekanisasi pertanian. Saat ini diakui, Indonesia masih tertinggal dari negara maju dan tetangga seperti Malaysia dan Thailand dalam level mekanisasi.

Level mekanisasi negara maju seperti AS saat ini mencapai 17 HP/ha dan Jepang 16 HP/ha. Sedangkan Thailand 2,4 HP/ha dan Malaysia 2,4 HP/ha. Dengan program mekanisasi level mekanisasi Indonesia naik yang pada tahun 2016 sebelumnya hanya 0,5 HP/ha, kini menjadi 2,1 HP/ha. “Level mekanisasi kita kini sudah di atas Vietnam yang hanya 1,5 HP/ha,” kata Rahmanto.

Namun dengan anggaran pertanian yang kian menurun, kata Rahmanto, pemerintah berupaya agar level mekanisasi terus naik, meski dengan anggaran non APBN. Salah satu programnya adalah Taksi Alsintan dengan memanfaatkan dana KUR. “Kita harapkan akan ada peningkatan alsintan, baik dari sisi jumlah dan pemanfaatannya,” ujarnya.

Bagi sahabat Sinar Tani yang ingin mendapatkan materi webinar dan e sertifikat bisa mengunduh di link bawah ini.

Link Materi : Webinar Dukungan Alsintan dalam Modernisasi Pertanian

Link e Sertifikat : Webinar Dukungan Alsintan dalam Modernisasi Pertanian

Link SINTA TV : 

 

Reporter : julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018