Sunday, 29 November 2020


BBPP Batu - Mencetak SDM Peternakan Berkompetensi

10 Nov 2014, 20:10 WIBEditor : Ahmad Soim

“Ikut pelatihan peternakan di sini ada uji kompetensinya, kalau nilai kita di bawah standar maka harus mengulang. Selesai ikut pelatihan, saya sudah punya kompetensi sebagai butcher (tukang daging),”kata Syamsiar Samad (46) dari Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan saat ikut diklat teknis butcher di Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu.

Ada banyak kompetensi di bidang peternakan yang ditawarkan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Berbagai kompetensi itu dikelompokkan menjadi sem­bilan divisi diklat. “Sembilan divisi atau keahlian diklat ini kita pilih berdasarkan hasil kajian penyelenggaraan pelatihan peter­nakan yang sudah kita jalankan selama ini,” kata  Kepala BBPP Batu, Dr. drh. Rudy Rawendra, M.App,Sc.
Dengan sembilan divisi diklat khusus di bidang peternakan itu, Rudy berusaha secara terus menerus mengembangkan mana­jemen modern dan profesional diklat yang dikelola BBPP Batu. “Sehingga BBPP Batu kini menjadi Lembaga diklat yang inovatif, terpercaya dan mandiri,” tambahnya.
Hal itu dicapai dengan mening­katkan keahlian dan ke­mampuan widyaiswara (pela­tih), melengkapi dan memodernkan fasilitas gedung, sarana dan prasarana pelatihan termasuk laboratorium dan menerapkan mana­jemen pelayanan yang memuaskan peserta pelatihan.
Para widyaiswara di BBPP Batu ditingkatkan keahliannya melalui pendidikan formal dan diikutkan berbagai pelatihan di dalam dan luar negeri. Mereka juga didorong untuk terus melakukan penelitian melalui program kaji widya be­ker­jasama dengan perguruan ting­gi. “Di balai ini sudah menjadi langganan mahasiswa untuk me­nyu­sun skripsi. Kita juga dipercaya PT. Petrokimia Gresik untuk melakukan penelitian mereka,” jelas Rudy.
Saat ini di BBPP Batu memiliki widyaiswara dengan tingkat pen­didikan S3 sebanyak 2 orang dan S2 sebanyak 8 orang. Selain itu, terdapat widyaiswara yang sedang menempuh pendidikan S3 sebanyak 4 orang (izin belajar) dan 1 orang (tugas belajar). Dan juga terdapat   widyaiswara yang sedang menempuh pendidikan S2 sebanyak 5 orang (izin belajar) dan 1 orang (tugas belajar). Para widyaiswara juga sudah punya pengalaman agribisnis peternakan dari luar negeri seperti Thailand, Australia, Philipina. “Bahkan ada yang melakukan pelatihan  di Afrika”.
Secara keseluruhan BBPP Ba­tu memiliki 25 widyaiswara dengan 9 divisi diklat teknis, sehing­ga per divisi dikelola oleh 2-4 wi­dyaiswara ditambah tenaga calon widyaiswara dan tenaga administrasi. Para widyaiswaranya tentu saja  menguasai metodologi pelatihan karena mereka sudah memiliki sertifikat widyaiswara dari  Lembaga Administrasi Negara (LAN), sedangkan divisi-divisi yang ada terdapat 6 yang memiliki akreditasi dengan kategori A dan 3 dengan kategori B.

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Ahmad Soim

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018