Sunday, 24 January 2021


Eksotiknya Ayam Nusantara

18 Oct 2013, 06:52 WIBEditor : Ahmad Soim

Sebagai negara tropis, Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa. Lebih membanggakan lagi, sumberdaya hayati yang ada sangat eksotik. Di antaranya adalah jenis unggas ayam. 

Jenis ayam asli Indonesia yang cukup terkenal adalah ayam Kedu. Sebagian besar masyarakat sudah mengenal ayam kampung asli jenis ini dengan sebutan ayam Cemani (ayam Kedu hitam).

Tidak hanya masyarakat Jawa, ayam jenis ini berkembang di Amerika Serikat. Di negaranya Barack Obama, ayam Kedu dikenal dengan sebutan ”The Black Java Breed” atau ayam hitam asli Jawa. Kini di AS bermunculan ayam jenis baru dengan nenek moyang ayam Kedu tersebut. Jenis ayam asli Indonesia lainnya yang cukup terkenal adalah ayam Pelung. Bahkan paling terkenal dari jenis ayam kampung lain. Hal ini karena masyarakat lebih menyukai jenis ayam dengan tubuh tegap, pertumbuhan cepat dan suara kokoknya sangat merdu. Ayam jenis ini cocok untuk tipe pedaging karena postur tubuhnya lebih besar dari ayam jenis lain. 

Mendongkrak Gengsi 
Sayangnya beberapa jenis ayam asli Indonesia kini hampir punah. Bahkan ada yang memang benar-benar punah, seperti ayam Ciparage dari Karawang, ayam Kinantan (Medan) dan ayam Sedayu (Magelang).
Berangkat dari keprihatinan terhadap dominasi ayam ras dalam menghasilkan daging ayam dan telur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,  kini mulai ada upaya mengembangkan potensi ayam asli nusantara. Salahsatunya adalah Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli).
Ketua Himpuli, Ade M. Zulkarnain mengakui, bisnis ayam lokal atau yang lebih dikenal dengan ayam kampung belakangan makin menggeliat dengan kian banyaknya pelaku yang masuk di usaha ini. Bukan hanya usaha pengembangan ayam kampung untuk tujuan produksi daging dan telur, tapi juga makin banyak yang menggeluti pengembangbiakan ayam-ayam eksotik untuk tujuan kesenangan atau hobi.
Perkembangan bisnis ayam kampung setidaknya bisa tergambarkan dari data populasi ayam bukan ras (buras) yang kecenderungannya dari tahun ke tahun terus meningkat.  Data statistik peternakan menyebutkan populasi ayam buras pada tahun 2011 mencapai 264,3 juta ekor dan pada tahun 2012  naik menjadi  285,2 juta ekor atau naik 7,3% dalam jangka waktu satu tahun terakhir.

Untuk informasi yang lebih lengkap baca EDISI CETAK TABLOID SINAR TANI (berlangganan Tabloid SINAR TANI.  SMS ke : 0813175

Editor : Ahmad Soim

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018