Sunday, 24 January 2021


Menggapai Kemandirian Pangan

29 Oct 2013, 12:40 WIBEditor : Ahmad Soim

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) dalam rangka peringatan HPS ke-33 tahun ini kembali menitipkan pesan moral untuk senantiasa mengantisipasi datangnya krisis pangan. Ketahanan pangan nasional harus dijaga dengan berlandaskan pada kemandirian pangan (self reliance) dan optimalisasi sumberdaya lokal. 

Sebagai salahsatu negara anggota FAO, Indonesia tentunya juga harus memperhatikan segala pesan yang disampaikan oleh badan dunia tersebut. “Kami menyadari bahwa persoalan pangan memang memerlukan perhatian yang serius. Harus diupayakan semaksimal mungkin agar bahan pangan cukup tersedia di dalam negeri meski masih banyak kendala menghadang di hadapan mata,” tutur Menteri Pertanian Suswono dalam jumpa pers menjelang peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-33.

Di tingkat nasional kegiatan dalam rangka peringatan HPS ke-33 akan dipusatkan di Kota Padang, Sumatera Barat pada 31 Oktober – 3 November 2013 dan puncak peringatannya dilaksanakan pada 31 Oktober yang akan dihadiri Presiden RI.
Menyinggung mengenai kemandirian pangan secara nasional, Mentan pada intinya mengatakan bahwa jika memperhatikan performa penyediaan bahan pangan utama maka bisa dikatakan untuk beras dan jagung tingkat kemandiriannya cukup tinggi dalam arti sudah bisa mencukupi kebutuhan di masyarakat. 
Produksi beras dalam negeri sudah surplus, bahkan pemerintah telah menetapkan target untuk bisa meningkatkan surplus beras menjadi 10 juta ton di tahun 2014. “Kami mendapat informasi dari Bulog bahwa karena penyerapan dari petani cukup besar maka tahun ini tidak ada impor beras,” tandasnya.
Yang dirasakan berat saat ini adalah untuk penyediaan kedelai. Persoalan kurangnya lahan penanaman menjadi masalah utama mengapa masih sulit bisa meningkatkan penyediaan kedelai di dalam negeri. Produksi masih di kisaran 800 ribu ton sementara permintaan lebih dari 2 juta ton sehingga impor kedelai harus terus dilakukan.

Perlu Terobosan
Menurut Pj. Direktur Kacang-kacangan dan Aneka Umbi Ditjen Tanaman Pangan, Maman Suherman, masih diperlukan terobosan dan langkah-langkah besar untuk bisa mencapai target produksi 1,5 juta ton kedelai di tahun 2013. Penambahan areal harus dipercepat karena itulah langkah tepat untuk bisa menggenjot produksi.
Sejauh ini penambahan areal lahan kedelai sudah hampir merata dilakukan di Indonesia. Di Aceh penambahan areal mencapai 200.000 hektar, Jambi 50.000 hektar, Sumsel dan Lampung 200 ribu hektar, Sulsel, Sulut dan Sulteng masing-masing 50.000 hektar serta NTB 100.000 hektar. “Penambahan areal terluas di Aceh karena kondisi iklim dan lahannya sesuai untuk ditanami kedelai. Masyarakat setempat juga antusias,” kata Maman.

Untuk informasi yang lebih lengkap baca EDISI CETAK TABLOID SINAR TANI (berlangganan Tabloid SINAR TANI.  SMS ke : 0813175

Editor : Ahmad Soim

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018