Sunday, 05 April 2020


Urban Farming Sukses, Hasil Panen Diminati Warga

21 Feb 2020, 17:46 WIBEditor : Clara

Lahan kosong yang sulap di Poktan Seruni | Sumber Foto:Indri Hapsari

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Program Pertanian Perkotaan di DKI Jakarta disambut positif oleh warganya. Kendati menghadapi tantangan keterbatasan lahan, para warga yang tergabung dalam sejumlah Kelompok Tani (Poktan) tetap antusias menanam berbagai komoditas hortikultura dan tanaman obat. Salah satunya Poktan Seruni Indah di Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Berawal dari sebidang lahan kosong milik seorang pengusaha, Poktan Seruni Indah yang berdiri 6 November 2017 memanfaatkannya untuk bertani setelah diizinkan pemiliknya. Sejumlah sayuran seperti sawi samhong, kangkung, bayam, labu, bawang, cabai, dan tomat serta tanaman obat berhasil panen beberapa kali.

“Saya sangat mengapresiasi semangat warga mengembangkan Urban Farming. Tadinya di sini lahan kosong dan menjadi tempat pembuangan sampah. Kini telah menjadi lahan pertanian yang mampu menambah pendapatan masyarakat dari hasil panennya. Bahkan pengurus Poktan Seruni Indah ini rajin sekali, malam hari membersihkan tanaman dari ulat,” kata Erniati, Camat Kebayoran Lama, ketika ditemui Sinar Tani di lokasi lahan Poktan Seruni Indah, Selasa (18/2)

Kegiatan pertanian di Poktan Seruni Indah sudah terlanjur bagus, berharap dapat ditingkatkan sekaligus memotivasi warga lainnya. “Kami sangat berterimakasih atas bantuan dan bimbingan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta,” kata Lurah Kebayoran Lama Selatan, Prasetiyo Murbadi

Hasil panen sayuran dan tanaman obat Poktan ini sangat diminati warga sekitar. “Mereka sudah mengerti manfaat sayuran untuk kesehatan, sehingga begitu panen banyak yang beli. Di kantor Kelurahan Kebayoran Lama Selatan juga telah dikembangkan Urban Farming, “ kata Prasetiyo.

Poktan Seruni Indah berada di wilayah RW 10, yang keseluruhan warganya berjumlah 3500 jiwa. Ketua RW 10, Asep Mahmud akan terus memotivasi warga lainnya untuk bertani dengan mencontoh Poktan Seruni Indah. “Kami sedang mencarikan lahan-lahan kosong yang bisa dimanfaatkan, seizin pemiliknya. Pengurus dan anggota Poktan Seruni Indah ini sangat kompak. Bahkan ketika banjir, sayuran yang ada di lahan ini dimanfaatkan oleh dapur umum bagi warga yang terdampak banjir,” kata Asep.

Di hari yang sama, Poktan Seruni Indah menerima kunjungan kerja dari DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta serta Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta.

Reporter : Indri Hapsari
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018