Sunday, 28 February 2021


Kementan Ikut Serta Dalam Gerakan Nasional Peduli Mangrove di Suku Bajau

27 Sep 2019, 15:39 WIBEditor : Gesha

Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) yang mewakili Kementerian Pertanian, Muhammad Taufiq Ratule, yang didampingi Kepala BPTP Gorontalo, Amin Nur, dan Kepala BPTP Nusa Tenggara Barat Awaludin Hipi | Sumber Foto:HUMAS BALITBANGTAN

TABLOIDSINARTANI.COM, Pohuwato ---  Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) pada Senin (23/9) melakukan kegiatan Gerakan Nasional Peduli Mangrove, Pemulihan DAS, dan Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah). Kementerian Pertanian pun turut serta dari kegiatan yang dimotori oleh Bidang 5 (Lingkungan) dari OASE KK.

Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK), khususnya Bidang 5 atau Bidang Lingkungan Hijau yang diketuai oleh Ibu Uga Wiranto. Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta beberapa kementerian terkait, turut mendukung program kegiatan Bidang-5 tersebut di setiap provinsi secara bertahap. 

Gerakan Nasional tersebut kini dilakukan di Provinsi Gorontalo, tepatnya di perkampungan Suku Bajau (masyarakat yang hidup dan tinggal di perkampungan di atas laut), Desa Torosiaje, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato. Perkampungan ini berjarak sekitar 240 km (ditempuh sekitar 6 jam mengendarai kendaraan roda 4) dari Ibu Kota Gorontalo, disambung dengan naik “kole-kole” atau perahu kecil yang bermuatan sekitar 5 orang, sekitar 15 menit dari darmaga Torosiaje.

Kesadaran penduduk terhadap kebersihan lingkungan dan penghijauan relatif rendah, serta letak pemukiman di atas laut ini pula yang mendorong konsumsi sayuran juga relatif rendah. Hal ini yang mendorong OASE-KK tergerak untuk melaksanakan aktivitas terintegrasi dari kelima bidang (Kesehatan, Pendidikan, Sosial dan Budaya, Lingkungan Bersih, dan Lingkungan Hijau), didukung oleh kementerian terkait.

Seperti halnya di provinsi lain dalam kegiatan OASE-KK, Kementerian Pertanian turut mendukung melalui percontohan optimalisasi lahan pekarangan rumah penduduk, penyerahan bantuan berbagai bibit dan benih tanaman sayuran, pot plastik dan gantung, media tanam, 4 set hidroponik, publikasi (komik, poster, leaflet, dan booklet) tentang menanam sayuran di pekarangan dan penganekaragaman pangan.

Edukasi cara budidaya sayuran dan buah-buahan kepada para siswa sekolah dan masyarakat suku Bajau juga dilakukan oleh Tim BPTP Gorontalo dan Badan Ketahanan Pangan, agar mereka banyak mengkonsumsi sayur dan buah.

Sebagaimana diketahui, perkampungan ini dibangun sekitar tahun 1901 di atas bangunan berupa rumah-rumah kayu di permukaan laut (Teluk Tomini). Perkampungan ini sekarang semarak dengan makin banyaknya rumah yang dibangun di luasan sekitar 5 km persegi, dilengkapi fasilitas umum seperti kantor desa, masjid, puskesmas, dan bangunan sekolah (TK dan SD), serta dihuni oleh 445 KK (sekitar 1500 jiwa).

Dalam acara tersebut, juga dilakukan penyerahan bantuan kepada masyarakat Torosiane, salah satunya bantuan dari Kementerian Pertanian yang diserahkan langsung oleh Kepala BBP2TP berupa bibit tanaman hortikultura sebagai dukungan penghijauan pekarangan sekaligus sumber pemenuhan pangan rumah tangga untuk warga desa Torosiaje.

Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) yang mewakili Kementerian Pertanian, Muhammad Taufiq Ratule, yang didampingi Kepala BPTP Gorontalo, Amin Nur, dan Kepala BPTP Nusa Tenggara Barat Awaludin Hipi berharap kegiatan semacam ini dapat mempercepat diseminasi Teknologi Obor Pangan Lestari (OPAL) guna pemenuhan gizi rumah tangga wilayah pesisir.

Reporter : Maesti Mardiharini/BPTP Gorontalo
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018