Monday, 10 August 2020


Jawab Tantangan Zaman, Perkebunan Aplikasikan Teknologi 4.0

14 Oct 2019, 15:11 WIBEditor : Yulianto

Teh hijau menjadi produk perkebuunan yang siap bersaing di pasar global | Sumber Foto:Do. Sinar Tani

Ada lima teknologi utama yang diperlukan untuk menopang implementasi teknologi 4.0 di sub sektor perkebunan. Kelima teknologi 4.0 itu adalah, internet of things, artificial intelligence, human-machine interface, teknologi robotic dan sensor, serta

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang---Penerapan teknologi 4.0 di sektor pertanian akan mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian yang lebih efisien dan efektif. Karena itu, sub sektor pertanian, khususnya perkebunan  perlu mengadopsi teknologi 4.0 untuk menjawab tantangan ke depan.

Sub sektor pertanian tak mungkin bisa mencukupi kebutuhan penduduk yang terus bertambah tanpa teknologi. Sehingga perlu mengaplikasi teknologi 4.0," kata Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, saat Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dengan tema "Inovasi dan Teknologi Pengelolaan Tanah dan Air untuk Keberlanjutan Pertanian dan Kesehatan DAS" di Univeraitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Senin (14/10).

Menurut Kasdi,  selama 2014-2018, Kementan mencatat  nilai ekspor produk pertanian Rp 1.957,5 tirliun. Komposisi ekspor produk pertanian saat ini masih didominasi komoditas perkebunan, yang mencapai 91,4 persen dari total nilai ekspor produk pertanian Indonesia.  "Dengan demikian, kinerja ekspor produk pertanian sangat ditentukan kinerja produksi perkebunan saat ini," ujarnya.

Lima Teknologi Utama

Guna mendorong laju produksi komoditas perkebunan, lanjut Kasdi, ada  lima teknologi utama yang diperlukan untuk menopang implementasi teknologi 4.0 di sub sektor perkebunan. Kelima teknologi 4.0 itu adalah,  internet of things, artificial intelligence, human-machine interface, teknologi robotic dan sensor, serta big data.

Kesemuanya itu mentransformasi cara manusia berinteraksi hingga pada level yang paling mendasar, juga diarahkan untuk efisiensi dan daya saing industri khususnya di sub sektor perkebunan," kata Kasdi.

Menurut Kasdi, melalui implementasi teknologi 4.0,  proses usaha tani menjadi semakin efisien. Sehingga terjadi efisiensi, peningkatan produktivitas, dan daya saing.
Untuk mendukung teknologi 4.0, sub sektor perkebunan yang akan datang sedang bereksperimen dengan model dan inovasi bisnis baru. Diantara eksperimen itu adalah,  pertanian presisi, pertanian vertikal, pertanian pintar (smart farming). Kemudian penggunaan data besar, sensor dan drone, alat analisis,internet pertanian dan otomatisasi alsintan.

Eksperimen ini untuk  melengkapi dan mengembangkan praktek pertanian modern yang selama ini sudah dijalankan termasuk dalam pemanfaatan irigasi, pengolahan lahan, penggunaan pupuk dan pestisida, pengembangan varietas tanaman baru, pengolahan pasca panen, hingga pemasaran," jelas Kasdi.

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018