Sabtu, 14 Desember 2019


Balitbangtan Ajak Petani Mencoba VUB Padi Khusus

29 Nov 2019, 20:21 WIBEditor : Gesha

Petani diharapkan mau bertanam VUB padi khusus | Sumber Foto:BALITBANGTAN

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Seratus orang petani, penyuluh lapangan dan penangkar benih padi dari sekitar wilayah Bogor diajak langsung oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan bersama Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi melihat langsung hasil dan pertanaman varietas unggul baru (VUB) Padi Khusus di Kebun Percobaan Muara.

Adapun varietas yang dipanen adalah padi khusus varietas Pamera (Padi Merah Beraroma) yang memiliki tekstur sedang, dengan potensi hasil hingga 11,33 ton per hektar. Setelah panen para peserta yang hadir diajak untuk melihat varietas unggul baru lainnya yang telah dilepas oleh BB Padi dan mempunyai produktivitas tinggi.

Untuk varietas padi sawah yang kenalkan adalah Inpari IR Nutri Zink, Baroma, Paketih, Jeliteng, Pamera, Pamelen, Cakrabuana serta Siliwangi. Sedangkan untuk padi gogo yaitu Situ Patenggang, Inpago 7, Luhur 1, Rindang 1, dan Inpago 12. Selain itu dikenalkan juga varietas padi rawa yang antara lain Inpara 4, 8, 9, dan Inpara 10.

"Tujuan dilaksanakan acara ini, agar petani mengenal dan melihat langsung hasil inovasi teknologi perpadian terkini, khususnya Varietas Unggul Baru Padi tipe beras Fungsional," ucap Kepala Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi), Priatna Sasmita. 

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan), Haris Syahbuddin, menyampaikan dari sekian banyak padi yang ditampilkan ada lima varietas padi fungsional dengan produksi tinggi, dan kelima varietas tersebut masih jarang dipasaran. "Sehinggadiharapkan setelah melihat display varietas tersebut para petani atau penangkar termotivasi untuk menanam varietas-varietas unggul baru tersebut," ujar Haris.

Berdasarkan deskripsinya, kelima varietas padi khusus/padi fungsional masing-masing potensi hasilnya adalah sebagai berikut, Inpari IR Nutri Zn (kandungan Zn tinggi) dengan potensi hasil 9.98 ton/ha, Baroma (basmati aromatik) dengan potensi hasil 9.18 ton/ha, Pamelen (padi merah pulen) dengan potensi hasil 11.91 ton/ha, Pamera (padi merah aromatic) dengan potensi hasil 11.33 ton/ha dan Jeliteng (padi hitam) dengan potensi hasil 9.87 ton/ha.

 

Setelah panen dilanjutkan dengan temu lapang dan bimbingan teknis yang dilakukan oleh para peneliti BB Padi dengan materi teknologi budidaya padi, produksi dan sertifikasi benih padi. Selanjutnya pengenalan beberapa VUB padi fungsional kepada para peserta dan disampaikan peluang pengembangan padi tersebut khususnya pengembangan di daerah Bogor.

Reporter : Uje/RTPH
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018