Sabtu, 14 Desember 2019


Cegah Tikus Serang Padi, Pakai Pepaya Tua atau Jengkol aja !

02 Des 2019, 15:29 WIBEditor : Yulianto

Jengkol ternyata bisa menjadi bahan pestisida nabati untuk mencegah serangan hama tikus | Sumber Foto:Dok.Sinartani

Tikus bisa dikatakan sebagai hama utama tanaman padi, karena sulit untuk dibasmi serta mempunyai kemampuan berkembangbiak dengan cepat

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Hama tikus menjadi salah satu musuh petani padi. Bahkan serangan hama pengerat ini mampu meluluhlantahkan tanaman padi, sehingga menyebabkan gagal panen. Guna mengatasi hamatikus bisa menggunakan pestisida alami dari pepaya tua atau cabai. Bisa juga dengan jengkol. Bagaimana caranya?

Sebagai binatang pengerat, tikus memang banyak dijumpai di manapun. Bahkan tikus bisa dikatakan sebagai hama utama tanaman padi karena sulit untuk dibasmi serta mempunyai kemampuan berkembangbiak dengan cepat. Penyuluh Pertanian Lapangan Kota Langsa, Langsa Timur, Aceh, Isma Francisca mengatakan, untuk sepasang ekor tikus mampu berkembangbiak hingga 1.270 ekor per tahunnya. Makanya dalam setahun populasi tikus dapat berkembang pesat sekali.

“Tikus ini sangat merusak tanaman padi secara langsung dan tidak langsung. Maksudnya secara langsung tikus memakan tanaman padi saat mulai berbuah, sedangkan tidak langsungnya tikus merusak batang padi untuk mengasah giginya,” tuturnya.

Dengan kelakuan tikus yang demikian, otomatis dapat menurunkan produksi padi secara drastis. Pada fase vegetatif, tikus dapat merusak 11-176 batang per malam, sedangkan pada saat bunting dapat merusak 24-246 batang per malam. “Kalau tidak dikendailkan, kondisi ini akan terus terjadi. Ditambah dengan peningkatan populasi tikus yang cukup cepat berpengaruh juga terhadap hasil produksi,” ungkap Isma.

Cara yang Ramah Lingkungan

Mengendalikan tikus dengan cara ramah lingkungan menjadi fokus utama penyuluh pertanian untuk mengajarkan kepada petani. Seperti di Langsa, membasmi tikus dengan menggunakan pestisida nabati menjadi pilihan yang bijak. “Walaupun tidak membasmi secara cepat dan instan, pestisida nabati ini banyak keuntungannya. Aman, ramah lingkungan, murah, mudah didapat, tidak menyebabkan keracunan dan tidak membuat hama menjadi resisten,” terang Isma.

Bahan-bahan untuk membuat pestisida nabati dapat dari tanaman yang mudah ditemui. Ada cara unik dari Ismi dalam mengendalikan tikus. Bahan yang digunakan untuk membuat pestisida nabati adalah cabai, jengkol dan pepaya tua.

Dengan menggunakan pepaya tua menurut Isma cukup mudah. Cari pepaya yang tua, lalu letakkan dekat sarangnya. Jika tikus makan pepaya tersebut, biasanya langsung mati. Tetapi perlu diingat, ketika mengupas, memotong dan menaruh ke dekat sarangnya, gunakan sarung tangan karena kalau langsung menyentuh kulit kita, tikus enggan memakannya,” jelas Isma.

Untuk cabai dan jengkol, harus diolah dulu agar nanti bisa digunakan dengan cara disemprot. Isma menjelaskan, cara membuat pestisida nabati dari cabai yakni alat yang dibutuhkan adalah cobek beserta alu-nya, saringan, baskom, dan alat penyemprot pestisida. Bahannya cabai dan air.

“Jadi cabainya ditumbuk halus, kemudian rendam semalaman. Setelah itu, saring. Ambil airnya serta tambahkan air lagi, lalu masukan ke alat semprot pestisida. Semprotkan pada tanaman padi,” jelasnya.

Membuat pestisida nabati dengan jengkol, Isma mengakui memang sedikit rumit dibandingkan cabai. Jengkol dikupas kulit luarnya dan kulit arinya. Kemudian rendam dengan perbandingannya 1 kg jengkol direndam 10 liter air selama 24-36 jam. Setalah itu, dapat langsung digunakan dengan disemprotkan ke tanaman padi. “Pestisida nabati dari jengkol ini selain dapat menghalau tikus, dapat juga menghalau burung yang biasanya menyerang tanaman padi,” kata Isma.

Untuk mengendalikan tikus, menurut Isma, paling penting adalah menjaga sanitasi lingkungan sangat penting karena tikus kurang suka dengan keadaan lingkungan yang bersih. Sebelum mengolah tanah sebaiknya mulai dilakukan kegiatan berburu tikus. Hal ini dilakukan agar ketika sudah mulai tanam, serangan tikus tidak merajalela.

Areal persemaian pun sebaiknya dibuat pagar dari bambu dan membuat bubu perangkap tikus yang dipantau setiap hari. Ketika ada tikus yang terperangkap, harus segara dimasukan ke air lalu benamkan,” sarannya.

 

 

Reporter : Clara
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018