Wednesday, 22 January 2020


Yuk Ikuti Budidaya Sistem Jagole Super !

04 Dec 2019, 14:46 WIBEditor : Gesha

Dengan sistem Jagole Super, petani mampu panen meskipun kondisi air tidak mencukupi | Sumber Foto:tiara

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Menggunakan potensi air yang hanya tersedia sedikit, petani sebenarnya bisa memodifikasi budidaya tanaman. Salah satunya dengan sistem Jagole Super. Seperti apakah?

Tumpangsari jagung, padi gogo, dan kedelai (Jagole Super) merupakan suatu bentuk pola tanam campuran (polyculture) antara tanaman jagung, padi gogo, dan kedelai, pada satu areal lahan dalam waktu yang bersamaan atau agak bersamaan dengan tidak mengurangi jumlah populasi masing-masing komoditas tanaman. Jagole Super ini dapat dilakukan pada lahan sawah maupun lahan kering.

Adapun keuntungan Tumpangsari Jagole Super yaitu efisien dalam penggunakan lahan, mengurangi biaya pengolahan lahan dan pemeliharaan tanaman, tanaman kedelai dapat memanfaatkan residu pupuk dari padi gogo yang dilakukan 2-3 kali, bintil akar kedelai dapat meningkatkan kandungan Nitrogen dalam tanah sehingga dimanfaatkan oleh tanaman padi gogo atau jagung, dapat mengurangi serangan OPT dan mendapatkan hasil panen lebih dari satu jenis tanaman.

Tahapan budidaya Jagole Super ini diawali dengan pemilihan varietas unggu tanaman yang akan ditumpangsarikan. Pemilihan varietas harus melihat deskripsi tanaman terutama melihat potensi hasil, ketahanan terhadap penyakit atau hama, umur tanaman dan kesesuaian lahan.

Pada lahan kering terdapat beberapa varietas padi gogo yang dapat direkomendasikan untuk ditanam yaitu Situ Patenggang, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, Inpago 11, Inpago 12, Rindang 1, Rindang 2 dan Jati Luhur.

Untuk tanaman jagung terdapat beberapa varietas yaitu Nasa 29, Bima 2 dan JH 27. Kedelai dapat menggunakan varietas Grobogan, Dega, Dena 1 dan Dena 2.

Tahap awal perlakuan benih (seed treatmen) dilakukan untuk memisahkan gabah yang hampa dengan melakukan perendaman benih padi gogo, kemudian gabah yang timbul dibuang, sedangkan yang tengelam merupakan gabah bernas. Perlakuan benih (seed treatmen) menggunakan pupuk hayati Agrice-plus. Seed Treatmen benih kedelai dilakukan dengan Rhizobium sp. 50 g/ 5 liter air. 

Persiapan lahan diawali penyemprotan lahan dengan herbisida atau penebasan lahan hingga bersih. Pengolahan lahan dapat dilakukan tanpa olah tanah dan olah tanah sempurna. Namun pengolahan lahan sebaiknya diolah sempurna menggunakan hand traktor atau traktor roda empat (dibajak dan dirotari) atau dicangkul.

Setelah tanah diolah, sisa gulma atau akar tanaman yang masih tertinggal di lapangan harus dibuang. Pengolahan tanah bertujuan untuk menghasilkan struktur tanah yang gembur, drainase dan serasi tanah yang cukup baik sehingga pertumbuhan akar tanaman berkembang dengan baik.

Pertanaman

Pada lahan kering waktu tanam padi gogo dan kedelai, sebaiknya memperhatikan curah hujan rata-rata >200 mm/bulan atau merata 2-3 hari. Penanaman padi gogo dilakukan dengan cara tugal, jumlah benih 5 butir/lubang tanam.

Penanaman padi gogo antara tanaman kedelai dilakukan sebanyak 9 baris tanaman dengan jarak tanam 180 cm x (20 cm x 10 cm x 30 cm). Jumlah baris tanaman 250 rumpun, jumlah dalam baris 1.000 rumpun sehingga jumlah populasi tanaman per ha sebanyak 250 ribu rumpun. Kebutuhan benih per ha sebanyak 50 kg.

Penanaman kedelai diantara tanaman padi gogo dilakukan sebanyak 5 baris tanaman, jarak tanam 220 cm x (30 cm x 10 cm x 30 cm), dengan jumlah benih 2 butir/lubang. Dengan asumsi jumlah tanam antar baris 167 dan jumlah dalam baris tanaman 1.000 baris, sehingga diperoleh jumlah populasi per ha sebanyak 330 ribu tanaman. Kebutuhan benih per ha sebanyak 40 kg.

Pemupukan dilakukan berdasarkan spesifik lokasi, bisa berdasarkan hasil analisis tanah, PUTK atau rekomendasi umum. Pemupukan kapur dan pupuk kandang dilakukan sebelum tanam minimal 2 minggu.

Pemupukan padi gogo dilakukan sebanyak 3 kali yaitu dosis masing-masing 1/3 bagian pupuk NPK Phonska15:15:15 dan 1/3 urea, umur 21-25 hst umur 40-46 hst , dan umur 60-65 hst. Aplikasi pupuk cair pada tanaman padi gogo biosilika (BioSinta) 2-4 kali yaitu pada umur 30 hst, 45 hst, 60 hst dan 75 hst dosis sesuai anjuran.

Aplikasi pupuk hayati dan seed treatmen Agri plus dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik50?ri dosis anjuran. Pemupukan kedelai dilakukan pada umur 10-14 hst dengan dosis NPK 15:15:15 (90-120 kg/ha) dan TSP/SP-36 (60-90 kg/ha). 

Reporter : Tiara
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018