Thursday, 13 August 2020


Balitbangtan Siapkan Dua Teknologi Terbaru Pendukung Kostratani

05 Dec 2019, 16:32 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo melihat dua inovasi teknologi dari Balitbangtan | Sumber Foto:NATTASYA

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Semangat Kostratani terus digelorakan dan dilaksanakan dengan berbagai dukungan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) bahkan mempersiapkan dua teknologi terbaru yang bisa mendukung Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani).

"Kostratani harus didukung dengan penyediaan data dan inovasi teknologi. Balitbangtan memiliki misi untuk menghasilkan dan mengembangkan teknologi pertanian modern yang memiliki scientific recognition dengan produktivitas dan efisiensi tinggi," tutur Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry saat Hari Tanah Sedunia 2019 di Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Bogor, Kamis (5/12).

Balitbangtan melalui Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) telah menyediakan Peta Lahan Indonesia dalam berbagai seri. Terbaru, Balitbangtan merilis Peta Lahan Gambut Indonesia dengan skala 1: 50.000. "Ini sebagai walidata gambut. Peta lahan gambut  ini sangat ditunggu  untuk mengelola lahan gambut Indonesia dengan kebijakan yang tepat ," beber Fadjry.

Peta Lahan Gambut Indonesia Skala 1:50.000 ini menyajikan informasi tentang sifat-sifat tanah gambut, ketebalan dan sub lapisan di bawahnya. Untuk mengkomunikasikan dengan dunia Internasional, klasifikasi tanah gambut nasional diberi padanannya menurut Soil Taxonomy.

Pemetaan lahan gambut skala 1:50.000 ini telah memperbaharui luasan lahan yang pada tahun 2011 seluas 14.93 juta ha pada skala 1: 250.000  dan pada skala 1: 50.000 adalah seluas 13.43 juta ha. Perubahan luasan ini terjadi karena semakin intensifnya pengamatan lapangan, semakin detil imformasi data pendukung (citra satelit resolusi tinggi, citra sentinel),dan semakin baiknya pengelolaan basisdata lahan gambut. 

Deteksi Hara

Teknologi lainnya yang disiapkan dan bisa dipergunakan dalam Kostratani adalah Smart Soil Sensing Kit, yang digunakan untuk deteksi hara dan keperluan pupuk  yang cepat dan murah.

"Kita bisa mengetahui sifat kimia, fisika, biologi serta status unsur hara, tanah. Hasil analisis ini bermanfaat dalam memberikan rekomendasi pemupukan untuk perbaikan kesuburan tanah serta meningkatkan produktivitas tanaman," tutur Fadjry.

Selama ini untuk memperoleh informasi terkait sifat-sifat tanah diperlukan waktu pengiriman contoh tanah dan analisis kimia di laboratorium. Oleh karenanya, informasi khususnya tingkat kesuburan tanah diperlukan waktu serta biaya yang tidak sedikit.

Seiring dengan perkembangan teknologi 4.0 dimana semua informasi termasuk informasi kesuburan tanah diharapkan dapat ditetapkan dengan cepat, tepat dan ramah lingkungan, maka Smart Soil Sensing Kit adalah jawabannya.

Perangkat Smart Soil Sensing Kit (S3K) yang merupakan terobosan teknologi advance dalam analisis tanah menggunakan Sensor Near Infrared (NIR) dengan panjang gelombang 1.300-2600 nm yang digunakan untuk mengukur sifat kimia dan fisika tanah terdiri dari pH, tekstur, C, N, P, K, Ca, Na, Mg, kapasitas tukar kation (KTK) dan kejenuhan basa (KB) di dalam tanah secara langsung.

SSK ini dilengkapi dengan decision support dalam menetapkan rekomendasi pupuk sesuai sifat tanah dan kebutuhan hara tanaman. Dengan demikian pupuk dapat diberikan tepat dosis sesuai target produksi. "Dengan dukungan alat ini khususnya bisa lebih detail per kecamatan, alokasi pupuk bisa lebih maksimal. Arahan Menteri Syahrul bahkan berharap jika soil tester ini bisa diperbanyak dan ditempatkan minimal di Kabupaten," harapnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018