Thursday, 13 August 2020


Dengan IT dalam Kostratani, Mentan Syahrul : Kita Ketemu Setiap Menit!

11 Dec 2019, 16:17 WIBEditor : GESHA

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat ujicoba AWR Balitbangtan | Sumber Foto:NATTASYA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Penggunaan informasi teknologi dalam Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), memungkinkan stakeholder untuk cepat tanggap dalam mengambil kebijakan dan keputusan dengan analisa mendalam dari data dan informasi yang dimiliki.

"Bicara pertanian itu di lapangan, karenanya tidak boleh hanya diskusi saja di tingkat kabupaten, tingkat provinsi. Tapi di Kecamatan yaitu Kostratani. Kita bisa ketemu, diskusi dan implementasi. Bisa setiap hari, setiap bulan, setiap Minggu bisa, setiap jam, bahkan setiap menit bisa di Kostratani," tutur Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat membuka Temu Nasional Kostratani, "Gerakan Pemberharuan Pembangunan Pertanian Indonesia untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional" di Kantor Pusat Kementan, Rabu (11/12).

Lebih lanjut Mentan Syahrul menuturkan bahwa dalam membangun pertanian sekarang, paradigmanya sudah berubah. "Sekarang ini, tidak bisa menyelesaikan problem pertanian dengan level koordinasi yang sama saja seperti dahulu. Cari pendekatan baru sesuai dengan tantangan era yang ada. Kostratani menjadi tempat kita berkumpul dengan cara yang baru. Tidak ada yang tidak menggunakan IT didalamnya," tukasnya.

Bahkan dengan pendekatan Artificial Intellegence (AI) dan Internet of Things (IOT), tugas Kostratani bisa lebih mudah. "(bisa) untuk melihat kapan hujan akan datang, berapa kelembapan suhu yang ada. Dengan pencitraan satelit dan resolusi yang tepat, anakan rumpun padi yang berada di wilayah tersebut bisa dihitung," tegasnya.

Dalam koordinasi dengan Kostratani, Kementan membuat Agricultural War Room (AWR). "Disana dapat dilihat langsung keadaan di lapangan dan bisa kita analisa langsung hingga membuat perencanaan. Dan saya akan bicara dengan peyuluh setiap saat," tegasnya.

Tak hanya itu, koordinasi antar penyuluh akan lebih sinergi dalam kostratani. Sebab semua fungional dari Penyuluh, Operator IT, Mantri Tani, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Penilai Varietas Tanaman Pangan (PVPT), Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP),  Medik Veteriner, Paramedik Veteriner, Pengawas Alsintan, Analis Ketahanan Pangan, Analis Pasar Hasil Pertanian, Pengawas Mutu Pakan (Wastukan) dan Pengawas Bibit Ternak (Wasbitnak) semua menjadi pasukan atau brigade di Korstratani untuk petani Indonesia.

Hybrid Program

Mentan Syahrul sendiri menegaskan dan berharap jika pemerintah daerah mulai dari Gubernur, Bupati hingga Camat mulai melakukan hybrid program yang menyatukan cara lama dan cara baru dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi dan efektivitas komoditi pertanian.

"Kita lakukan perbaikan di segala lini. Kalau mau ekspor, kita aperbaiki hulunya termasuk infrastruktur sehingga broken dan lossesnya menjadi rendah. Kita perbaiki juga SDMnya agar Kostratani memiliki SDM yang kuat dan handal," bebernya.

Mentan Syahrul sendiri menargetkan penurunan losses dari setiap komoditas pertanian adalah 5% sehingga harus dikendalikan pascapanennya. "Mulai pembelian bibit yang akan digunakan, jumlah pupuk yang harus digunakan. Semua diatur dalam Kostratani. Tidak ada anggaran yang tidak terukur," tukasnya.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018